Suaralampung.com-Bandar Lampung-Dengan akan tibanya hari Raya Idhul Adha 1441 H, populer dikalangan umat islam sebagai hari pemotongan hewan Qurban dikalangan umat islam yang mampu dalam rangka berbagi antara sesama umat, seiring hal tersebut PC NU Kota Bandar Lampung melakukan inisiasi dengan melakukan Pelatihan Hewan Qurban yang ASUH ( Aman, Sehat, Utuh dan Halal ) Dengan mengandeng ISPI ( ikatan Sarjana Perternakan Indonesia ) di Masjid Jami Al Anwar telukbetung selatan, Sabtu 3 Agustus 2019, dengan 3 nara sumber dari lembaga terkait dengan pemotongan Hewan Qurban dan acara pelatihan dibukan langsung oleh ketua PC NU Kota Bandar Lampung Hi. Ichwan Adji Wibowo Spt. MM. Yang Juga dihadiri oleh utusan PW NU lampung, H. M. Irpandi ( Koordinator Kota Bandar Lampung ) dan pengurus NU kota Bandar Lampung, Rudi Irawan M. Si. dan beberapa pengurus PC NU lainnya.
Kesempatan pertama diberikan kepada Ustadz Abdul Aziz ( MUI Kota Bandar Lampung ) yang memaparkan Fiqh Qurban, baik dari segi sejarah adanya pemotongan hewan Qurban yang berlaku hingga saat ini, dimana adanya peristiwa Qabil dan khobil dua saudara kandung yang berseteru hingga terjadinya penghilangan nyawa salah satu dari mereka, dan juga tentang peristiwa Nabi Ibrahim allaihisalam dan anaknya Ismail allaihisalam dan dari segi matan hadist hadist landasan tujuan pelaksanaan pemotongan hewan Qurban oleh umat muslim tentunya yang terkait dengan 4 mahzab dan yg lebih cendrung dari maszab Imam Syafi'i selaras dengan Syafi'iyah Nahdlatul Ulama, hingga menjawab beredarnya di dunia jejaring sosialtentang " Berqurban Satu Kambing bisa untuk satu Keluarga " bahwa hal tersebut tidaklah benar, karena selain bertentangan dengan hadist hadist shahih yg mendasari aturan aturan Qurban yaitu satu Kambing/ Domba itu untuk satu orang, dan Satu Kerbau/Sapi untuk tujuh orang pengurban, selain itu juga penyataan Satu kambing bisa untuk Satu keluarga didasari oleh doa Nabi Ullah Muhammad SAW, ketika selesai menyembelih satu Domba hewan Qurban, jadi Doa tersebut bertujuan kepada mendoakan keluarga yang berQurban bukan bermakna Satu Domba untuk satu keluarga .
Sedangkan Drh. Karyawan Sudaryatmo ( PDHI ) mengupas hal ihkwal " Post Mortem Penanganan Daging Qurban yang Hygien, dimana dijelaskan sebelum dilakukan penyembelihan alangkah baiknya hewan Qurban diistirahatkan / dipuasakan 2 X 24 jam agar terjadi relaxsasi, terutama yang masih sangat liar, dan juga dipaparkan pasca Penyembelian hewan Qurban agar daging tetap Hygienis bukan hanya bersih secara kasat mata, tetapi juga terjaga kesehatan daging tersebut hingga sampai kepada yang berhak menerima daging qurban.
Sementara Juanda Isha ( Sekretaris MWC NU Telukbetung Selatan ) Panitia Pelaksana Tehnis Pelatihan, mengucapkan terimakasih atas kehadiran MWC-MWC NU Bandar Lampung, dan Muhariq untusan Madjis / Musholah yang ada diseputar wilayah kecamatan telukbetung selatan, " Kedepan MWC NU tbs masih memiliki agenda agenda lainnya baik itu agenda tunggal MWC maupun agenda yang kerjasama dengan pihak lain dan turut serta dalam program pemetintah dalam rangka peningkatan pelayanan masyarakat maupun dalam membangun, menjaga dan meningkat nilai nilai Kerohanian dan keindahan dan ketertiban diwilayah kecamatan telukbetung selatan, " jelasnya
" Kami telah membentuk panitia pemotongan hewan qurban, dimana ada 2 opsi yang kami lakukan, pengurban ( Mudhahy ) menyerahkan sepenuhnya hewan qurban ke kami termasuk pembagian daging Qurban kepada penerima, atau hanya menyerahkan pemotongannya saja dan pembagian dagingnya ditentukan oleh pemilik hewan Qurban, ini sebagai implementasi dari pelatihan penyelenggaraan hewan Qurban yang ASUH dimaksud diatas, sehingga para pemilik hewan Qurban tidak perlu khawatir katena tentu kami MWC NU tbs akan menerapkan pola Aman, Sehat, Utuh dan Halal, " pungkas Juanda
Selain itu MWC Tbs terus melakukan program konsolidasi internal, ke tingkat Ranting karena sebelumnya NU secara kelembagaan setengah tidur dikecamatan telukbetung selatan hal ini bertujuan menjadi katalisator aspirasi warga NU dalam meningkatkan Ghirah NU ditengah tengah bermasyarakat dalam beragama, berbangsa dan bernegara.
" yeah walau sekupnya kecil hanya tingkat kecamatan, tapi diupayakan rutin dalam kemasyarakatan, bukankah Allah Swt, menyukai hal yang Rutin walaupun sedikit " ujar pria berkacamata munis ini. ( Joe, Biro Bandar Lampung )







