Realisasi 230 Juta Dana BOS SDN 01 Sido Mukti Terindikasi Bermasalah

Realisasi 230 Juta Dana BOS SDN 01 Sido Mukti Terindikasi Bermasalah

Suaralampung.com - Realisasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) senilai 230 juta rupiah di SDN 01 Sido Mukti, kampung Sido Mukti, kecamatan Gedung Aji Baru, kabupaten Tulang Bawang tahun 2020 - 2021, diduga kuat bermasalah.

Adapun dugaan permasalahan realisasi pengelolaan dana sebesar 230 juta rupiah ini terlihat, diantaranya untuk perawatan sekolah dan alat pelindung diri (Tes Suhu) Covid - 19 disekolahan setempat. Rabu (31/ 03)

Dimana pada Sekolah Dasar Negeri 01 Sido Mukti itu terindikasi tiada tanda - tanda untuk perawatan sekolah, terlihat dari sejumlah kaca jendela yang pecah, pengelupasan dan kusamnya cat dinding bagian depan maupun belakang, termasuk jebolnya beberapa atap plafon disekolahan tersebut.

Mirisnya meski indikasi fakta menunjukkan, Siti Al Mukaromah atau Kepala SDN 01 Sido Mukti ini tetap bersikukuh jika Dana BOS yang telah diterima pihaknya sudah terealisasi keseluruhan, termasuk untuk perawatan sekolah. Dia juga sesumbar, bila Dana BOS senilai 230 juta rupiah yang dikelolanya telah dilaporkan dan di Audit oleh Inspektorat Tulang Bawang.

" Jumlah dana bos yang kami terima senilai 230 juta, dan jumlah siswanya 250. Sementara kalau untuk dana perawatan, sudah kami realisasikan keseluruhannya untuk pengecatan ruang lokal dan kelas. Itu juga semuanya telah kami laporkan, bahkan Irban 1 Inspekorat Tulang Bawang yaitu bapak Roplita dan Hadi sudah turun konfirmasi, dan melakukan Audit". Kilahnya Siti Al Mukaromah pada wartawan

Lebih lanjut Siti Al Mukaromah menegaskan, SDN 01 Sido Mukti dibawah kepemimpinannya membeli 1 Unit Laptop. Kemudian, sekolahnya juga diakui memiliki beberapa alat Tes Suhu Covid - 19 bermerk YMITF01 bersumber dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ditempatnya.

" Untuk dikepemimpinan saya, SDN 01 Sido Mukti membeli 1 buah Laptop. Dan kami juga memiliki 6 Thermography (Alat Tes Suhu Covid - 19)". Terangnya

Anehnya, keterangan Siti Al Mukaromah yang mengaku memiliki 6 alat Tes Suhu Covid - 19 berbanding terbalik dengan pengakuan Sugianto (Bendahara BOS SDN 01 Sido Mukti). Sugianto yang mengakui dilibatkan secara langsung dalam pengambilan dan pengelolaan Dana BOS SDN 01 Sido Mukti tersebut, mengaku jika sekolahnya kini memiliki 5 alat Tes Suhu Covid - 19, bersumber Dana BOS yang dikelolanya.

" Dana Bos 5 % di SDN 01 Sido Mukti direalisasikan untuk rehab, untuk pagar depan, rak sepatu, tiang bendera, penambalan bagian atas yang bocor sebanyak 5 lembar, dan pengecatan seluruh ruangan. Sementara untuk alat Tes Suhu Covid - 19 (Thermography) harganya seribu (1 juta - Red), dan selama ini kami ada 5 alat Tes Suhu. Saya juga diikut sertakan dalam pengambilan atau pencairan Dana BOS, bahkan saya juga yang memegang atau mengelola uangnya". Terang Sugianto pada awak media

Lebih jauh, untuk Dana BOS SDN 01 Sido Mukti yang saya kelola ini sambung Sugianto, diantaranya diperuntukkan pembelian tanki besar dan pembayaran guru honorer, beserta penjaga sekolah.

"Dana BOS yang saya pegang ini dipergunakan untuk membayar Guru Honorer dan Penjaga Sekolah, semua Honorer itu ada 6 orang diantaranya Widia, Dimas, Erlina, Christie, Syahrul Harahap, dan Darmawan. Selanjutnya juga, ada untuk pembelian Tanki Besar". Paparnya Sugianto kepada Jurnalist dilingkungan SDN 01 Sido Mukti (Jon)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Realisasi 230 Juta Dana BOS SDN 01 Sido Mukti Terindikasi Bermasalah"

Posting Komentar