Program Tenggiri PHE OSES Hadirkan Harapan Baru Bagi Balita Sukorahayu

Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Program Tenggiri PHE OSES Hadirkan Harapan Baru Bagi Balita Sukorahayu

Senin, Maret 16, 2026 | 18:14 WIB 0 Views Last Updated 2026-03-16T11:14:42Z


Lampung Timur — Di sebuah desa pesisir di Kabupaten Lampung Timur, harapan untuk masa depan anak-anak mulai tumbuh. Melalui Program Tenggiri (Terpadu Edukasi Nelayan Gizi & Informasi Resik), PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) menghadirkan langkah nyata untuk membantu menurunkan angka stunting bagi balita di Desa Sukorahayu.

Program yang berlangsung sejak Desember 2025 hingga Januari 2026 ini menyasar para anak balita yang masuk kategori stunting. Selama dua bulan pelaksanaan, para balita menerima Pemberian Makanan Utama (PMU) sebanyak 60 kali serta pemberian vitamin selama 30 hari guna membantu memenuhi kebutuhan gizi, memperbaiki pertumbuhan, dan meningkatkan kondisi kesehatan mereka. 

Pelaksanaan program ini turut didukung Kepala Desa Sukorahayu, serta melibatkan Kelompok Posyandu Melati Desa Sukorahayu, dan tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Labuhan Maringgai. 

Selain pemberian bantuan gizi, kegiatan juga dilengkapi dengan sosialisasi mengenai stunting dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang disampaikan oleh kader posyandu kepada para ibu yang memiliki anak dengan kondisi stunting.

Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gejala, faktor penyebab, serta langkah-langkah pencegahannya sejak dini.

Kepala Desa Sukorahayu, Afria Syahdi, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian Perusahaan terhadap kesehatan masyarakat di desanya. 


“Kami sangat mengapresiasi kepedulian PHE OSES melalui Program Tenggiri ini. Bantuan pemberian makanan utama dan vitamin bagi balita yang mengalami stunting sangat membantu masyarakat kami. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak-anak di Desa Sukorahayu,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Labuhan Maringgai, Retno, menekankan pentingnya intervensi gizi dan edukasi kesehatan dalam upaya penanganan stunting. 

“Penanganan stunting tidak hanya melalui pemberian makanan bergizi, tetapi juga melalui edukasi kepada orang tua mengenai pola makan anak, kebersihan lingkungan, pola hidup sehat serta pemberian ASI ekslusif sejak lahir hingga usia enam bulan, serta imunisasi lengkap. Program ini sangat membantu kami dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting di masyarakat,” jelas Retno.

Head Communication Relations & CID PHE OSES Indra Darmawan menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Perusahaan untuk menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. 

“Melalui Program Tenggiri, PHE OSES tidak hanya memberikan bantuan gizi kepada anak-anak yang membutuhkan, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi serta pola hidup sehat. Kami berharap program ini dapat membantu memperbaiki pertumbuhan anak-anak sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan stunting sejak dini,” jelasnya.

Melalui pendekatan yang memadukan intervensi gizi dan edukasi kesehatan, Program Tenggiri diharapkan mampu berkontribusi dalam menurunkan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak di Desa Sukorahayu.

Bagi masyarakat desa pesisir tersebut, program ini bukan sekadar bantuan pangan atau vitamin, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan harapan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat, kuat, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Program Tenggiri PHE OSES Hadirkan Harapan Baru Bagi Balita Sukorahayu

Trending Now

Iklan

iklan