Lampung Timur - Dewan Pimpinan Kabupaten Organisasi Perempuan, "Suluh Perempuan" Lampung Timur, (DPK Suluh Perempuan Lamtim) melakukan buka bersama dan berbagi sembako bersama warga kurang mampu.
Sasaran kegiatan kali ini bertempat di kediaman Iin, warga desa Bukit Raya, Kecamatan Marga Sekampung, yang mengalami lumpuh, Jum'at (13/03/2026)
Iin tinggal bersama ibunya yang telah lanjut usia dirumah sederhana.
Ketua DPK Suluh Perempuan Lamtim, Purnama Hidayah, didampingi Sekretaris, Niluh Listriyani, Bendahara, Heni Tarigan, dan Ketua Divisi Erlita Hanggarani mengungkapkan bahwa mata rantai kemiskinan harus diputus dengan gotong royong, bahu membahu melaksanakan program program pendidikan,pemberdayaan dan program sosial.
" Buka bersama warga kurang mampu, dan berbagi sembako ini merupakan salah satu upaya menumbuhkan keperdulian sosial warga, gotong royong,agar tidak abai jika melihat tetangga atau orang disekitarnya perlu perhatian dan bantuan " ujarnya
" Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Lampung Timur, yang telah memberikan bantuan sembako kepada mbak Iin, Camat Marga Sekampung, dan Kepala Desa Bukit Raya, yang telah memfasilitasi kami untuk melaksanakan kegiatan buka bersama dan bhakti sosial ini "tambahnya.
Sementara itu, Camat Marga Sekampung Nunuk Sulityaningsih mengapresiasi dan berterima kasih dengan adanya kegiatan diwilayah kecamatan Marga sekampung
" Saya sebagai plt Camat Marga Sekampung mengucapkan Terima kasih kepada organisasi Suluh Perempuan yang sudah melaksanakan kegiatan buka bersama dan berbagi dirumah warga kami, dan kami berkomitmen untuk selalu siap melaksanakan dan mendukung dalam rangka bergotong royong wujudkan Program Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur, yakni Lampung Timur makmur, dengan bersinergi dengan berbagai pihak seperti unsur organisasi Suluh Perempuan ini " tegasnya.
Iin adalah salah satu warga yang perlu mendapatkan perhatian semua pihak. Sejak usia 5 tahun, Iin dititipkan kepada saudara ibunya karna ibunya menjadi Pekerja Migran Indonesia selama 20 tahun.
Saat ibunya kembali ketanah air, ternyata hasil ibunya menjadi Pekerja Migran habis oleh saudara Iin, sehingga ibunya menjadi depresi dan sempat dirawat di RSJ.
Iin yang saat itu sudah bekerja di Jakarta terpaksa pulang utk merawat ibunya Dengan keadaan ekonomi terpuruk, dan harus merawat ibunya yang depresi, Iin mengalami tekanan mental sehingga ada salah satu saraf yang menyebabkan badanya semakin lama semakin mengecil dan kaku, sehingga sampai hari ini tidak bisa bicara dan mengalami lumpuh.(R*)






