Cilacap - Dalam rangka memperkuat fungsi intelijen pemasyarakatan serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban, telah dilaksanakan kegiatan Assessment Corrections Intelligence Unit (CIU) oleh Tim ICITAP pada hari Rabu, 29 April 2026.
Kegiatan ini digelar di ruang sekretariat Lapas Karanganyar Nusakambangan dan dihadiri oleh seluruh perwakilan UPT Pemasyarakatan se-Nusakambangan sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks, khususnya dalam penanganan narapidana berisiko tinggi seperti kasus terorisme.
Pelaksanaan assessment ini difokuskan pada evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi CIU, meliputi aspek kelembagaan, kualitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta sistem kerja yang mencakup proses pengumpulan, pengolahan, hingga analisis informasi intelijen.
Tim ICITAP melakukan peninjauan langsung terhadap praktik di lapangan, termasuk mekanisme pelaporan, validasi data, serta pemanfaatan informasi intelijen sebagai dasar pengambilan keputusan strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Selain itu, kegiatan ini juga mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petugas dalam menjalankan fungsi intelijen, seperti keterbatasan sarana pendukung, dinamika karakter narapidana, hingga tantangan dalam mendeteksi potensi ancaman secara dini.
Dari hasil evaluasi tersebut, Tim ICITAP memberikan sejumlah rekomendasi strategis guna meningkatkan efektivitas dan profesionalisme kinerja CIU di lingkungan pemasyarakatan. Tidak hanya berfokus pada assessment, kegiatan ini juga diisi dengan sesi *sharing session* dan tanya jawab interaktif yang membahas berbagai kasus terorisme yang pernah terjadi di Lapas Nusakambangan.
Dalam sesi ini, para peserta aktif berdiskusi terkait pola jaringan terorisme, modus operandi, metode komunikasi terselubung, hingga potensi penyebaran paham radikal di dalam lapas. Para petugas juga berbagi pengalaman langsung dalam menangani narapidana kasus terorisme, termasuk tantangan pengawasan serta strategi pendekatan yang efektif.
Diskusi berlangsung secara dinamis dan memberikan wawasan yang mendalam bagi seluruh peserta. Tim ICITAP turut menyampaikan praktik-praktik terbaik (*best practices*) yang dapat diadaptasi dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia, sehingga mampu meningkatkan kemampuan deteksi dini serta respons terhadap potensi gangguan keamanan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran pemasyarakatan di Nusakambangan dapat semakin meningkatkan kapasitas, kewaspadaan, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas, khususnya dalam fungsi intelijen.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif, serta mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang modern, akuntabel, dan berintegritas tinggi dalam menghadapi tantangan kejahatan transnasional seperti terorisme.





