Pencarian Nelayan Korban Tabrak Kapal Kargo di Perairan Kalianda Resmi Ditutup

Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Pencarian Nelayan Korban Tabrak Kapal Kargo di Perairan Kalianda Resmi Ditutup

Senin, Mei 11, 2026 | 21:19 WIB 0 Views Last Updated 2026-05-11T14:19:12Z
Lampung Selatan —  Operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang setelah kapal nelayan yang ditumpanginya tertabrak kapal kargo di perairan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, resmi dihentikan pada Senin (11/5/2026). Penghentian operasi dilakukan setelah Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian selama tujuh hari namun belum berhasil menemukan korban.

Korban diketahui bernama Ajum (53), warga Perumahan Bama Hilir RT 03/RW 02, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten. Sejak hari pertama operasi, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi kejadian dengan membagi Search and Rescue Unit (SRU) ke sejumlah sektor pencarian berdasarkan perhitungan SAR Map Prediction.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung yang diwakili oleh Komandan Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara menyampaikan, selama operasi berlangsung, pencarian dilakukan melalui jalur laut menggunakan perahu karet, Rigid Inflatable Boat (RIB), serta didukung berbagai peralatan SAR seperti Aqua Eye, Underwater Search Device (UWSD), alat selam, dan perangkat komunikasi.

“Selama tujuh hari operasi SAR, seluruh unsur gabungan telah berupaya maksimal melakukan pencarian di area yang diperkirakan menjadi lokasi korban. Namun hingga hari ketujuh, korban belum ditemukan,” ujarnya.

Operasi SAR turut melibatkan personel dari Pos SAR Bakauheni, Ditpolairud Polda Lampung, Polairud Polres Lampung Selatan, Pos AL Kalianda, BPBD Lampung Selatan, Damkar Lampung Selatan, HNSI Kalianda, serta nelayan setempat. Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi sejumlah kendala seperti cuaca hujan, gelombang laut mencapai 1,5 meter, hingga luasnya area pencarian yang menyulitkan proses penyisiran.

Pada hari ketujuh pencarian, Tim SAR Gabungan kembali melakukan penyisiran sejak pagi hingga sore hari. Namun hasil pencarian masih nihil. Berdasarkan hasil musyawarah bersama keluarga korban yang diwakili oleh Nita (anak korban) dan unsur SAR terkait, operasi pencarian akhirnya diusulkan untuk ditutup dan korban dinyatakan hilang.

Meski operasi SAR resmi dihentikan, Basarnas Lampung tetap berkoordinasi dengan nelayan sekitar lokasi kejadian dan pemerintah desa setempat agar segera melapor apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Operasi SAR dapat dibuka kembali apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk atau informasi baru terkait keberadaan korban,” kata Rezie. Seluruh unsur SAR yang terlibat selanjutnya dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih atas dedikasi dan kerja sama selama operasi berlangsung. (*)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pencarian Nelayan Korban Tabrak Kapal Kargo di Perairan Kalianda Resmi Ditutup

Trending Now

Iklan

iklan