Sukadana — Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta membentuk karakter warga binaan yang berakhlak mulia, Rutan Kelas IIB Sukadana menggelar kegiatan pembinaan kerohanian bagi warga binaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang secara konsisten dilaksanakan guna mendorong perubahan positif bagi warga binaan.
Kegiatan pembinaan dipimpin oleh Petugas Pembina Kepribadian, Kusnandar, serta menghadirkan Penyuluh Agama dari Kantor Kementerian Agama Lampung Timur. Kehadiran penyuluh agama diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait nilai-nilai spiritual dan keagamaan.
Kegiatan diawali dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ibu Novi Setiyarsih. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya konsistensi dalam beribadah sebagai fondasi utama perubahan karakter. Ia menjelaskan bahwa ibadah, khususnya salat, bukan hanya rutinitas, tetapi merupakan sarana komunikasi antara hamba dengan Allah SWT yang sarat makna dan doa.
“Setiap gerakan dalam salat bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan bentuk komunikasi yang penuh dengan permohonan dan penghambaan kepada Allah SWT. Jika dijalankan dengan kesadaran dan kekhusyukan, maka akan membawa perubahan besar dalam diri seseorang,” ujar Penyuluh.
Lebih lanjut, beliau juga memaparkan tentang kemuliaan Surat Al-Fatihah sebagai Ummul Kitab. Menurutnya, setiap ayat dalam Al-Fatihah mengandung dialog antara hamba dengan Sang Pencipta, sehingga membacanya dengan benar dan khusyuk menjadi kunci dalam membuka keberkahan hidup.
“Al-Fatihah bukan hanya bacaan wajib dalam salat, tetapi juga merupakan bentuk dialog langsung dengan Allah SWT. Ketika kita memahami maknanya, maka kualitas ibadah kita akan meningkat dan berdampak pada kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan dapat meningkatkan kualitas spiritual serta semakin termotivasi untuk memperbaiki ibadah, baik yang bersifat wajib maupun sunnah.
Kepala Rutan Kelas IIB Sukadana, Mohammad Jawad Cirry, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu program utama dalam proses pembinaan warga binaan.
“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual warga binaan. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kami berharap mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mengalami perubahan ke arah yang lebih baik, sehingga siap kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik dan berakhlak,” ungkap Karutan.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan terarah, Rutan Kelas IIB Sukadana optimis dapat mencetak pribadi-pribadi yang lebih baik, berakhlak, dan siap kembali ke tengah masyarakat sebagai individu yang taat hukum serta bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.





