Lampung Timur – Dugaan praktik jual beli titik koordinat pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pungutan liar kembali mencuat di Lampung Timur. Kali ini nama Muslih, pengasuh Yayasan Darul Fatah yang juga Ketua DPW Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Provinsi Lampung, disebut oleh narasumber HR.
HR yang mengaku sebagai koordinator pengurus 16 dapur MBG milik BE 1 Lampung wilayah Lampung Timur, sebelumnya menyampaikan kepada wartawan bahwa Muslih terlibat dalam jual beli titik koordinat pembangunan dapur MBG.
Menurut keterangan HR, harga titik koordinat disebut mengalami kenaikan dari waktu ke waktu. Awalnya Rp30 juta per titik, kemudian akhir 2025 naik menjadi Rp100 juta–Rp200 juta per titik, dan pada 2026 disebut mencapai Rp350 juta per titik.
HR juga menduga Muslih melakukan pungutan liar terhadap seluruh dapur MBG yang mendapat titik koordinat darinya. Setiap dapur disebut diminta “jatah uang ompreng” Rp200–Rp300 per ompreng setiap hari.
Setelah pernyataannya dipublikasikan, HR disebut hilang kontak dan tidak dapat dihubungi kembali oleh awak media.
Sedangkan Muslih selaku pengasuh Yayasan Darul Fatah telah dikonfirmasi melalui WhatsApp pribadinya untuk dimintai tanggapan dan klarifikasi terkait tuduhan tersebut. Hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban.(Raja).





