Kuasa Hukum David Sihombing Beber:  Jaksa Diky Zaharudin Bohong Atas Keabsahan 10 AJB Palsunya.

Kuasa Hukum David Sihombing Beber:  Jaksa Diky Zaharudin Bohong Atas Keabsahan 10 AJB Palsunya.



suaralampung.com - 
Tanggapan atas pernyataan jaksa Dicky Zaharuddin pada awak media melalui ponsel Kamis malam (3/10/2019)  yang mengatakan 10 AJB Palsu yang dikuasakan padanya adalah asli karena gugatan lawan sengketanya Suwardi Ibrahim ditolak oleh pengadilan negeri Sukadana,dan ketika hal tersebut dikonfirmasi pada kuasa hukum lawan perkaranya David Sihombing dengan serta merta membeberkan prihal sebenarnya 
bahwa jaksa Dicky Zaharuddin seharusnya tidak perlu memberikan berita bohong mengenai keabsahan 10 AJB palsunya yang telah disahkan pengadilan:
1. Bahwa 10 AJB tersebut dalam putusan Nomor 06/Pdt.G/2018/PN.SDn tertanggal 4 Oktober 2018 di dalamnya ada dua Penggugat yakni Pihak Suwardi Ibrahim dan Doddy Syakhrun Tanjung CS. Hasil putusan itu dalam amarnya bahwa kedua gugatan para pihak sama-sama tidak dapat diterima. Tidak dapat diterima adalah istilah hukum yakni pokok perkara belum ditimbang. Jadi tidak benar ada pengesahan AJB dalam putusan Nomor 06/Pdt.G/2018/PN.SDn tertanggal 4 Oktober 2018.
2. Bahwa   Doddy Syakhrun Tanjung adalah suruhan Suwardi Ibrahim untuk mengurus tanah milik Suwardi Ibrahim pada tahun 2017. dalam artian karena Doddy Syakhrun Tanjung menawarkan ada pembeli tanah tersebut untuk percetakan sawah, namun dalam perjalannya Doddy Syakhrun Tanjung menyalahgunakan surat kuasa mengurus tanah Suwardi Ibrahim dan mengaku sebagai pemilik.
3. Bahwa jika benar Doddy Syakhrun Tanjung yang kuasanya sekarang Dicky pemilik tanah maka Dicky tidak mungkin bagi dua dengan nama nominative.
4. Bahwa sebagai bukti surat Doddy Syakhrun Tanjung adalah palsu dapat dilihat dari tanggal pembuatab AJB  tersebut yang mana Doddy Syakhrun Tanjung masih berumur 13 tahun, dan batas-batas dlam AJB adalah palsu,
5. Bahwa tidak pernah nama-nama dalam 10 AJB mengaku menggunakan uangnya membeli tanah tersebut, seperti aliudin dan Novalia (istri Doddy), keduanya mengaku tidak pernah mengetahui ada pencairan uang dari Negara dan tidak pernah menerima uangnya
6. Bahwa empat orang kliensaya selain Suwardi Ibrahim bukan berbenturan dengan AJB atas nama Samingun, melain berbenturan dengan AJB bernama Sukarno, dan orangnya sudah meninggal dunia.

1. Bahwa bukti Suwardi Ibrahim pihak bersengketa atas Objek tanah tersebut (tidak hanya dengan Doddy) atas objek tanah konsiniasi dibuktikan perkara perdata Nomor 06/Pdt.G/2018/PN.SDn  yang diajukan oleh Penggugat yakni Suwardi Ibrahim atas objek tanah konsiniasi, berlanjut terhadap perkara ini ada  pengakuan orang para Tergugat dari 104 Tergugat (Gugatan Sebelumnya: Nomor 06/Pdt.G/2018/PN.SDn) pada Pengadilan Negeri Sukadana sidang tertanggal 5 Juni 2018 (perkara Nomor 06/Pdt.G/2018/PN.SDn), saat itu Penggugat atau Suwardi Ibrahim pada perkara Nomor 06/Pdt.G/2018/PN.SDn. Majelis Perkara Nomor 06/Pdt.G/2018/PN.SDn membuat surat pengeluaran dari perkara saat sidang berlangsung dan membuat surat pengantar yang berisi Nomor: W9.u8/570/HK.02/VI/2018 tertanggal 7 Juni 2018 yang mengirimkan surat kepada BPN Lampung Timur menyatakan bahwa berdasarkan berita acara sidang tertanggal 5 Juni 2018 dalam perkara perdata Nomor: 06/Pdt.G/2018/PN.SDn, yang menerangkan Penggugat (Suwardi Ibrahim) dengan sebagian Para Tergugat telah terjadi perdamaian, sehingga dalam Persidangan mengeluarkan 7 Pihak Tergugat karena telah ada perdamaian.

Perdamaian tersebut menyatakan 7 (tujuh) Tergugat mengakui bahwa Swardi Ibrahim alias Penggugat adalah pemilik tanah, meskipun ketujuh Tergugat tersebut telah masuk daftar nominatif, dan 7 tergugat saat itu mendapat konpensasi dari Suwardi Ibrahim 35 % sebagai imbalan pengakuan hak Penggugat di sidang Pengadilan, dan salah satu anggota Majelis Hakim Perkara Nomor: 06/Pdt.G/2018/PN.SDn ialah Hakim yang memutus penetapan konsiniasi bernama Reza.
2. Bahwa nama-nama yang telah damai dan mengakui objek tanah sebagai milik Suwardi Ibrahim di sidang Perkara Nomor: 06/Pdt.G/2018/PN.SDn:
a. Ismail Nung: tergugat 34:
b. Taher Kelahang Tergugat 90
c. Rahman Gal tergugat 42,
d. Rahman, tergugat 44
e. Sugiarti, tergugat 35
f. Ayup, tergugat 14
g. Rahman, tergugat 44

Prihal yang di beberkan David ini dengan maksud agar jaksa Dicky tidak perlu berkoar ke media, karena hingga saat ini Polda Lampung menunggunya atas dan telah ditemukannya tersangka pembuat surat palsu, namun 4 kali panggilan tidak pernag datang, dua kali panggilan dikirim ke tempat kerjanya di KejaksaanNegeri Kota Batam, meskipun semua surat polda sampai tapi Diky tidak memenuhi panggilan itu mengahadap pada penyidik polda untuk agar yang bersangkutan membawa surat surat AJB palsunya.(Rz)


Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kuasa Hukum David Sihombing Beber:  Jaksa Diky Zaharudin Bohong Atas Keabsahan 10 AJB Palsunya."

Posting Komentar