Dampak Corona Sampai Di Taman Kehati Mesuji

Dampak Corona Sampai Di Taman Kehati Mesuji

Suaralampung.Com.
Mesuji - Sengatan tajam Coronavirus Disease (Copid-19) menembus jantung perekonomian sebagian besar warga negara di beberapa wilayah, juga menyebabkan ribuan korban jiwa di berbagai belahan dunia, kini merambat sampai ke Kabupaten Mesuji - Provinsi Lampung.

Meski penyebaran Pandemi Covid-19 saat ini masih berlangsung, namun langkah cepat Pemerintah Indonesia dalam memutus mata rantai penularan Corona sudah diberjalan, dengan memberi himbauan  sosial distancing, penerapan pola hidup sehat, jaga jarak, dan kerja dari rumah (stay at home.red).

Tentu, dengan penerapan itu diharapkan bisa benar-benar memutus mata rantai, sehingga warga negara bisa kembali beraktifitas seperti sediakala dengan kondisi sehat dan tanpa ada rasa curiga.

Seperti ungkapan Rama Dewantara, Plt. Kepala UPTD Taman Keanekargaman Hayati (Kehati) menuturkan, Taman Kehati merupakan taman rekreasi keluarga yang dikelola pemerintah daerah dengan berbagai fasilitas hiburan, dibuka untuk umum sehingga mampu menghadirkan ribuan orang dilahan seluas 1,2 hektar dengan omset PAD (Pendapatan Asli Daerah) sebesar 2,1 miliar pertahun.

Selain itu, di area taman terdapat berbagai wahana hiburan, mulai dari kolam renang, kebun binatang dan beragam jenis tanaman serta 44 lokal kios, tempat warga setempat berdagang aneka kuliner saat menjamu pengunjung yang datang.

Rencananya, kata Rama, target PAD Taman Kehati tahun 2020 naik menjadi 2,5 milliar. Mengingat omset pada hari-hari biasa 1 sampai 2 juta/hari. Dan pada hari libur Sabtu - Minggu bisa mencapai 8 - 10 juta/hari.

Namun, lanjutnya, setelah adanya dampak wabah corona, pihaknya sudah melakukan rapat internal mengikuti himbauan pemerintah untuk memberlakukan social distancing menghindari keramaian dengan cara menutup kedatangan masyarakat yang mau berkunjung ke Taman Kehati sejak 17 Maret 2020 lalu.

"Awalnya kita optimis memenuhi target PAD 2,5 milliar. Tapi, kalau keadaan seperti ini mau gimana lagi. Dari target itu yang sudah masuk ke Kasda baru 400 juta," jelas Rama, Selasa, 14/4. 

Ia menambahkan, sejak ditutupnya Taman Kehati, sebagian besar warga yang berdagang mengais rezeki disana kehilangan pekerjaan, dan kembali ke aktifitas semula.

"Taman Kehati sekarang sepi tidak ada pengunjung. Kalaupun masih ada yang datang, akan kita beri penjelasan dan himbauan. Tapi, untuk karyawan TK tetap beraktifitas seperti biasa sebanyak 25 orang dan lebih fokus pada perawatan juga pemeliharaan fasilitas taman," terangnya.

Terkait itu Rama berharap, Covid-19 tidak sampai masuk ke wilayah Mesuji. Semoga Indonesia bisa melewati semua ini dengan menyatukan tekad yang kuat disertai kesadaran masyarakat dengan mengikuti himbauan pemerintah menerapkan pola hidup sehat, "Semoga cepat berlalu pandemi, sampai jumpa di Taman Kehati," pungkasnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dampak Corona Sampai Di Taman Kehati Mesuji"

Posting Komentar