Gunung Anak Krakatau Meletus, Warga Kalianda dan Rajabasa Tercium Aroma Belerang

Gunung Anak Krakatau Meletus, Warga Kalianda dan Rajabasa Tercium Aroma Belerang

LAMSEL, suaralampung.comAkibat Gunung Anak Krakatau meletus aroma belerang yang menyengat sempat membuat warga pesisir Kecamatan Kalianda dan Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel) Khawatir. Jumat (10/4/2020) malam.

Salah satu warga Desa Tejang Pulau Sebesi Kecamatan Rajabasa mengungkapkan melalui akun Fecebook (FB) Alif Yani.

"Malam ini di Desa Tejang Pulau Sebesi, warga merasakan bau belerang yang sangat menyengat, diduga kuat bau tersebut berasal dari Gunung Anak Krakatau. Apa warga lain merasakan??," unggahan akun Alif Yani.

Dari informasi yang dihimpun dari percakapan Group WhatsApp (WA) Wartawan Lampung Selatan, tercium aroma menyengat terjadi di Pesisir Kecamatan Kalianda, Rajabasa bahkan Kecamatan Penengahan dan Kota Kalianda. Sebagian warga pesisir dikabarkan mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.

Berdasarkan Sumber dari media Detik.com letusan terjadi dua kali malam ini.  Berdasarkan informasi dari situs Magma Kementerian ESDM, letusan Gunung Anak Krakatau terjadi pada Jumat (10/4/2020) malam. Letusan pertama terjadi pukul 21.58 WIB.

"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Jumat, 10 April 2020, pukul 21.58 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 200 m di atas puncak (± 357 m di atas permukaan laut)," tulis situs tersebut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah selatan. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitude maksimum 40 mm dan durasi 72 detik.

Letusan kedua terjadi pada pukul 22.35 WIB. Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 500 m di atas puncak.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal kea rah utara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitude maksimum 40 mm dengan durasi 2248 detik," tulisnya.

PVMBG merekomendasikan masyarakat atau wisatawan tidak diberbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.

(*yg).

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gunung Anak Krakatau Meletus, Warga Kalianda dan Rajabasa Tercium Aroma Belerang"

Posting Komentar