Warga Kurang Mampu Tertahan Di RS Natar Medika Butuh Bantuan Semua Pihak

Warga Kurang Mampu Tertahan Di RS Natar Medika Butuh Bantuan Semua Pihak

Natar - Cerita tentang penderitaan dan ketidak berdayan rakyat kecil kembali tersaji di Provinsi Lampung, melalui Kanal Media sosial, kini hal tersebut menimpa keluarga dari Airin Tatia Putri (4Th) Warga Desa Kuripan Kacamatan Padang Ratu Kabupaten Lampung Tengah, yang kini masih tertahan belum di ijinkan pulang oleh pihak Rumah sakit Natar Medika Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Karena tidak mampu melunasi Biaya perawatan Rumah sakit akibat kecelakaan lalu lintas.

Link Facebuk



"Saya mohon bantuannya buat temen2 sama semua masyarakat yg baca postingan saya,,, adik kita Ayrin mengelamami kecelakaan pada tgl 25-04-2020, langsung di bawa ke RS Medika Natar, dan sempat koma selama beberap hari, skrang sudah 1 blm lebih masih di tahan di RS Medika karna beban pembiayaan yg blm di lunasi, total biaya operasi sebesar 80jt,,,dan skrang masih kurang 51jt lebih,,, kami blm bisa keluar selama kami blm bisa melunasi,, sedangkan kami orang tidak mampu,,,mohon uluran tangannya," Demikian dalam unggahan media sosial.

Pewarta media ini kemudian melakukan uji informasi atas postingan  tersebut,  pada Selasa (9/6/2020), dan hasilnya teryata benar adanya, bahwa pasien balita tersebut memang dirawat di Rumah Sakit Natar Medika.

Dari informasi yang dihimpun media ini diketahui bahwa Balita bersangkutan ( red Airin  Tatia Putri 4Th) adalah tergolong keluarga tidak mampu, dimana ayahnya hanyalah merupakan Buruh serabutan dan ubunya hanya merupakan ibu rumah tangga biasa, dengan penghasilan tidak menentu dan memiliki Lima anak selain dari balita dirawat di Rumah Sakit Natar Medika, yang kesemuanya masih tergolong anak-anak, bahkan ada yang masih berusia Dua Tahun.

Setelah menjual sapi yang merupakan harta mereka satu satunya untuk biaya makan dan membeli obat secara mandiri, selama lebih satu bulan, dalam perawatan rumah sakit, kini seolah mereka telah pasrah tak menemukan jalan untuk menemukan jalan agar bisa melunasi besarnya biaya perawatan anaknya dan pulang dari rumah sakit, bahkan untuk akhir-akhir ini, kebutuhan makan minum mereka selama menungu durumah sakit, hanya berasal dari belas kasihan dan pemberian keluarga pasien lain, untuk melindungi perutnya dari rasa lapar bila datang menyiksa.

Selama ini biaya yang sudah di bayarkan kepada rumah sakit berasal dari santunan Jasa Raharja, iyuran Keluarga serta  dana pribadinya.

Pihak orang tua dan keluarga bukanya tidak melakukan upaya, namun seolah semua jalan dan solusi telah tertutup bagi mereka, uapaya untuk menghadap Bupati Lampung Tengah pun gagal, karena terhenti oleh protokol dengan alasan Bupati Sedang Tidak ditempat juga sedang istirahat, tak kurang sudah tiga kali upaya itu dicobanya namun tak membuahkan hasil.

Pihak kelurahan dan kecamatan juga Dinas Sosial Kabupaten Lampung Tengah pula tak luput dijadikannya tempat mengadu, namun hanya sepucuk surat keterangan  Warga tidak mampu yang diperolehnya.

Sementara Kantor BPJS Kesehatan yang diharapkannya dapat memberikan solusi ketika mengadu melalui kerabatnya yang bekerja disana, teryata juga upaya itu gagal. Alasanya tentu karena minimnya informasi yang diterima dan difahami oleh keluarga miskin tersebut, dimana Kartu Indinesia Sehat (KIS) miliknya tidak dapat digunakan, Di Rumah Sakit Natar Medika yang kini telah bekerja sama kembali dengan pihak BPJS Kesehatan, karena Ketika mendaftar awal dalam keadan panik dirinya sudah terlanjur menandatangani persetujuan sebagai pasien Umum, bukan Pengguna kartu KIS atu BPJS Kesehatan, ketika mendapat rujukan dari Rumahsakin Demang Sepulau Raya, yang tidak bisa merawat dengan alasan ketidak tersedian alat kesehatan yang cukup,  sehingga dengan alasan tersebut pihak Rumah Sakit Natar Medika  tidak bisa mengklaim biaya yang dikeluarkan menggunakan fasilitas BPJS.

Masih menurut keterangan Mega (red Ibu dari Airin Tatia Putri) Bahwa sebenarnya dirinya sudah sangat bertrimakasih, kepada pihak Rumah Sakit Natar Medika yang dinilainya sudah bijaksana, dengan membantu menggratiskan biaya kamar selama anaknya dirawat, ditambah lagi dengan kebijakan lain yang diberikan, untuk membolehkan dirinya membawa pulang anak balitanya, untuk kemudian mencicil sisa uang tunggakan biaya Rumah Sakit anaknya.

Namun kemudahan tersebut akan diperolehnya, dengan memberikan jaminan berupa BPKB kendaran bermotor atau adanya jaminan lain. Namun apa daya  semua yang disaratkan tersebut dirinya tak mampu memenuhinya, karena keterbatasanya.

Kini dirinya hanya berharap ada pihak yang berkenan dapat membantunya untuk memberikan solusi, agar bisa membawa anaknya pulang, karena dirinya merasa kasihan dengan anak- anaknya yang lain yang dititipkan kepada kerabatnya, yang kini terpisah jauh dari bapak dan ibunya.

Dirinya juga berharap kepada para Dermawan, Pemerintah Daerah, Atau Wakil Rakyat  juga Komunitas dapat membantunya memberi solusi, agar dirinya bisa pulang dan berkumpul kembali dengan keluarganya.

Jika kemiskinan, kebodohan dan ketidak berdayan adalah masalahnya, maka setiap yang punya hati nurani adalah sumber Solusinya, sesuai amanat Undang Undang Dasar Negara, juga harus turun membantu,  dimama warga miskin dan anak terlantar adalah tanggung jawab Negara. (Tri)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Warga Kurang Mampu Tertahan Di RS Natar Medika Butuh Bantuan Semua Pihak"

Posting Komentar