Bangunan Drainase Dikampung Astra Ksetra Diindikasi Bermasalah, Anggota Komisi II DPR R.I Akan Bahas Di Kementerian

Bangunan Drainase Dikampung Astra Ksetra Diindikasi Bermasalah, Anggota Komisi II DPR R.I Akan Bahas Di Kementerian

TULANG BAWANG -  Persoalan pembangunan Drainase program Padat Karya Tunai asal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), di kampung Astra Ksetra, kabupaten Tulang Bawang kian berlanjut. Jum'at (25/ 09)

Sebelumnya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tulang Bawang, Hamdi atau Komisi III (Fraksi Partai Demokrat), dan Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Hengky Wijaya. SAN, telah lakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) pada proyek bangunan Drainase tersebut. Dari hasil Sidak itu, diindikasi ditemukannya pengurangan volume hingga 10 centimeter dalam pekerjaan dimaksud.

Makin berlanjutnya persoalan tersebut, lantaran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Ir. Hanan A Rozak. MS (Fraksi Partai Golongan Karya/ Golkar) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung II, juga angkat bicara terhadap Program Padat Karya Tunai (PKT/ Cash For Work) itu.

Angkat bicaranya anggota DPR R.I ini, ketika diminta keterangan oleh wartawan terkait persoalan pembangunan drainase di kampung Astra Ksetra, kabupaten Tulang Bawang yang ditengarai tidak mengedepankan kualitas dan kuantitas. Adapun kegiatan pembangunan Drainase itu sendiri, bersumber dana APBN atau Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dikatakan Ir Hanan A Rozak. MS, mengenai program PKT yang terletak di jalan Lintas Timur kampung Astra Kestra, kecamatan Menggala, kabupeten Tulang Bawang, diharuskan melibatkan masyarakat setempat. Sebab menurutnya, itu yang namanya padat karya.

" Ada petunjuk Tekhnis, Spesifikasi Tekhnisnya juga harus jelas. Padat karya pun harus sesuai dengan Spesifikasi Tekhnisnya, ini sebagai acuan kerja misalkan padat karya membuat paving block, ketebalannya berapa centimeter, adukannya berapa, dan semuanya harus jelas". Ujarnya Ir. Hanan A Rozak. MS, saat diminta oleh wartawan untuk menyikapi persoalan pembangunan drainase di kampung Astra Ksetra, ungkapannya usai melakukan kegiatan sosialisasi Empat Pilar di Kantor PWI Tulang Bawang (Kamis 24/09)

Apalagi ini drainase, sambung Hanan, yang harus benar-benar menjaga ke kokohan kualitas bangunan tersebut, bukan kerja asal-asalan.

" Terlebih lagi, jalan tersebut sudah dibayar oleh pemerintah. Kala itu di zaman Handoyo, untuk dibuat dua jalur dari pintu masuk Tulang Bawang sampai Kampung Tua. Ini juga harus kita ukur, apakah itu sudah benar dari jarak lebar jalan lintas, karena apabila drainase tersebut kurang pas titik kordinatnya, maka itu akan di bongkar kembali, karena itu mubazir, alias sia-sia". Ucapnya

Lebih jauh, anggota DPR R.I dari Komisi II ini pun telah mengetahui adanya informasi dimaksud dari sumber media. Selanjutnya, Ia akan membahasnya bersama pihak Kementerian." Saya sudah membaca berita beberapa hari lalu, dan itu akan saya bahas bersama Kementerian Pusat terkait dalam temuan kawan-kawan media. Karena ini wilayah Dapil II Lampung, wilayah saya, maka saya berhak untuk menegur pekerjaan tersebut. Bahkan dari Komisi III DPRD kabupaten Tulang Bawang juga sudah pernah turun ke lokasi pekerjaan, itu artinya sudah jelas pekerjaan itu dalam pengawasan semua pihak". Terangnya

Seterusnya, Hanan juga menyayangkan jika pekerjaan pembangunan drainase dimaksud tidak mengedepankan kualitas dan kuantitas, termasuk azas manfaat dalam pembangunan drainase itu.

"Ini sangat disayangkan, apabila benar adanya pekerjaan tersebut tidak mengedepankan kualitas dan mutu. Sementara untuk asas manfaat, drainase itu sebenarnya kurang bermanfaat bila letaknya dibagian sebelah kanan jika kita dari arah Lampung Tengah menuju Tulang Bawang Menggala. Semestinya itu disebelah kiri karena kita juga harus melihat dari sisi manfaatnya, itu baru bisa dirasakan warga setempat, karena dibagain sebekah kiri ini banyak pemukiman warga sekitar". Tuturnya pada awak media

Dikesempatan ini juga Hanan berpesan, dirinya mengajak bersama - sama mengawal dan mendukung progran pemerintah, baik itu  pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah daerah.

"  Mari kita sama mengawal dan mengawasi yang namanya program pemerintah, baik pusat, provinsi  maupun daerah. Karena ini merupakan hak kita semua untuk mengawal dan mendukung program pemerintah, kalaupun tidak bertentangan dengan Undang undang". Pintanya

Diberitakan sebelumnya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tulang Bawang, Komisi III (Fraksi Partai Demokrat) Hamdi, dan Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Hengky Wijaya. SAN, lakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke proyek bangunan Drainase di kampung Astra Ksetra,  wilayah kabupaten setempat. Progam Drainase Padat Karya Tunai ini berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), bersumber Anggaran Pendapat Belanja Negara (APBN).

Anggota DPRD Tulang Bawang, Hamdi (Komisi III) mengatakan, dirinya menemukan adanya kejanggalan pada pembangunan drainase tersebut. Kejanggalan itu diantaranya lebar kepala topi bangunan drainase yang diindikasi kurang dari ukuran yang ditentukan." Seharusnya 20 cm, pas kita minta ukur sama tenaga kerja, hanya 10 cm saja, jadi ada pengurangan volume 10 cm. Sudah terlihat jelas dari penyusunan baru dan ketebalan tidak sama ukurannya". Katanya Hamdi ketika melakukan Sidak pada kegiatan dimaksud, kemarin Rabu 23/09 (Jon)

(Baca Juga : Komisi III DPRD Tulang Bawang Sidak Bangunan Drainase Kementerian PUPR, Hasilnya Diindikasi Ada Pengurangan Volume 10 CM --> https://bit.ly/2GbrFN3 )

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bangunan Drainase Dikampung Astra Ksetra Diindikasi Bermasalah, Anggota Komisi II DPR R.I Akan Bahas Di Kementerian"

Posting Komentar