Keseharian Mbah Masinun 70 Tahun Penjual Sapu Lidi Butuh Perhatian Publik

Keseharian Mbah Masinun 70 Tahun Penjual Sapu Lidi Butuh Perhatian Publik

LAMPUNG SELATAN - Merebak nya Virus Covid 19 sampai pada situasi Pandemik saat ini, berdampak terpuruk nya ekonomi bagi warga masyarakat, baik dari kalangan ekonomi menengah maupun kalangan ekonomi bawah, seperti hal nya yang di alami mbah Masinun 70 Tahun Warga Dusun Blok Empat Desa Karang Anyar Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup bersama keluarga diri nya rela setiap hari berkeliling menjajakkan dagangan sapu lidi ke setiap rumah warga dan toko yang ada di seputaran pasar Desa Karang Anyar.

Kegiatan Keseharian mbah Masinun berjualan Sapu Lidi terlihat awak media pada hari Sabtu siang sekitar pukul 11,30 Wib.(28/11/2020).

Pada saat awak media suaralampung mendekati Mbah Masinun, seperti orang sepuh kebanyakan diri juga dapat berdialog dan sempat menceritakan keadaan keluarga nya yang serba kekurangan.

Mbah Masinun juga mengatakan
bahwa di rumah kediaman nya ada empat orang cucu dan suami yang sudah sepuh serta putra nya yang bekerja sebagai buruh serabutan.

Dan untuk bahan baku dagangan Sapu lidi Mbah Masinun hanya mengandalkan dari jatuh nya pelepah kelapa yang sudah mengering itu pun terkadang dapat, dan sering kali pulang kerumah dengan tangan kosong tidak mendapatkan hasil bawaan pelepah kelapa yang kering.

Miris nya di masa Pandemik Covid 19 saat ini Mbah Masinun pada saat berkeliling menjajakan dagangan nya tidak menggunakan masker, dan terlihat kurang memahami tentang Protokol kesehatan, padahal diri nya setiap hari berkomunikasi dengan warga yang di temui nya.

Dalam kondisi tersebut di harapkan kepada pihak Pemerintah dapat memperhatikan serta membantu di segi ekonomis untuk menunjang perekonomian Mbah Masinun.


Wartawan: Asep.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Keseharian Mbah Masinun 70 Tahun Penjual Sapu Lidi Butuh Perhatian Publik"

Posting Komentar