Bandar Lampung — Kepala Kejari Tanggamus, Subari Kurniawan, SH., MH., mewakili Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Lampung (IKA Unila) memberi sambutan dalam pelaksaan Wisuda Periode III Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Lampung (Unila) pada, Sabtu 24 Januari 2026.
Ikatan Keluarga Alumni Universitas Lampung menegaskan pentingnya integritas, keberanian moral dan kontribusi nyata bagi masyarakat dalam momentum Wisuda Universitas Lampung.
Dalam sambutannya, Subari Kurniawan menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati Universitas Lampung atas capaian akademik yang telah diraih.
“Hari ini adalah hari yang sangat istimewa. Kita merayakan keberhasilan, kerja keras, dan perjuangan panjang para wisudawan. Atas nama Keluarga Besar IKA Unila, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh lulusan,” tutur Kajari Tanggamus.
Sebagai alumnus Universitas Lampung, Subari mengaku bangga dapat kembali ke almamater untuk memberikan sambutan. Ia menegaskan keberhasilan akademik harus menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar di tengah masyarakat.
Mengulas perjalanan kariernya sebagai jaksa, termasuk pengabdiannya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanggamus itu menekankan bahwa gelar akademik tidak memiliki makna tanpa kejujuran dan integritas.
“Gelar di belakang nama Anda hanyalah deretan huruf mati jika tidak dihidupkan dengan keberanian untuk bersikap jujur. Kontribusi terbesar bukan soal jabatan, tetapi seberapa tangguh kita menjaga marwah almamater di tengah godaan pragmatisme dunia kerja,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan kontribusinya dalam penegakan hukum, mulai dari penyelamatan keuangan negara bernilai miliaran rupiah melalui perampasan aset, pembayaran uang pengganti, denda, hingga pemasukan negara bukan pajak (PNBP), serta penanganan perkara korupsi yang melibatkan sejumlah kepala daerah, gubernur, hingga pejabat negara, tidak terlepas dari peran Universitas Lampung dalam membentuk karakter dan integritas dirinya.
Kepada para wisudawan, Subari mengingatkan, bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, namun sangat membutuhkan individu yang mampu menghadirkan solusi.
“Kontribusi Anda kepada negara tidak dimulai saat menjadi menteri atau CEO. Ia dimulai saat Anda menolak menjadi bagian dari masalah sistemik di lingkungan terkecil Anda,” katanya.
Ia juga menyoroti fenomena generasi muda yang dinilai piawai membangun citra di media sosial, namun kerap lupa pada substansi berpikir dan kepedulian sosial.
“Jangan jadi sarjana yang nyinyir tanpa data, atau intelektual yang hanya mengkritik lewat jempol. Kita butuh alumni yang bekerja sesunyi doa, namun hasilnya senyata fakta,” ujarnya.
Menurut Subari, IKA Unila bukan sekadar wadah reuni atau nostalgia, melainkan representasi hidup dari Universitas Lampung di tengah masyarakat. Oleh karena itu, alumni memiliki tanggung jawab moral untuk terus memberi manfaat bagi almamater dan lingkungan sekitarnya.
Menutup sambutannya, Subari mengajak para lulusan untuk membawa semangat Sang Bumi Ruwa Jurai, menjadi insan yang rendah hati, berintegritas, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Jadilah pribadi yang ditunggu kehadirannya, bukan dihindari karena kesombongan. Selamat berjuang di universitas kehidupan yang sesungguhnya. Pintu IKA Unila selalu terbuka untuk kolaborasi nyata,” kata Kajari Subari Kurniawan.




