Brebes – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes menunjukkan komitmen serius dalam pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026 dengan melaksanakan seleksi dan asesmen calon anggota Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas, Jumat (30/01).
Kegiatan seleksi dan asesmen ini dibuka langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Brebes, Gowim Mahali, dan dilaksanakan secara profesional dengan melibatkan tim psikolog profesional independen, serta didampingi oleh jajaran pejabat manajerial. Langkah ini diambil sebagai upaya objektif dan terukur dalam menjaring sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, integritas, serta kesiapan mental untuk menjadi motor penggerak perubahan birokrasi di lingkungan Lapas Brebes.
Kalapas Brebes Gowim Mahali menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas harus dimulai dari penguatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui pembentukan tim kerja yang solid, kredibel, dan berorientasi pada hasil.
“Tim Kerja Zona Integritas harus diisi oleh individu yang memiliki integritas, dedikasi, dan kesiapan mental untuk membawa perubahan. Seleksi dan asesmen ini merupakan langkah awal untuk memastikan bahwa tim yang terbentuk benar-benar mampu menjalankan peran strategis dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani,” ujar Gowim Mahali.
Proses seleksi dilakukan untuk mengisi enam area perubahan dalam pembangunan Zona Integritas, yakni manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Asesmen dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu review Daftar Riwayat Pekerjaan (DRP), tes wawasan Zona Integritas, serta wawancara mendalam. Seluruh tahapan tersebut dirancang untuk mengukur pemahaman peserta terhadap nilai-nilai integritas, komitmen terhadap reformasi birokrasi, serta kesiapan psikologis dalam menjalankan peran sebagai agen perubahan.
Pelibatan tim psikolog profesional dalam setiap tahapan asesmen menjadi bentuk komitmen Lapas Brebes dalam menjamin proses seleksi berjalan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Penilaian psikologis difokuskan pada aspek kepemimpinan, kemampuan bekerja dalam tim, adaptabilitas, komunikasi, serta ketahanan mental dalam menghadapi dinamika dan tantangan perubahan birokrasi.
Selain sebagai sarana seleksi, kegiatan ini juga menjadi momentum penyamaan persepsi bagi seluruh peserta terkait makna pembangunan Zona Integritas. Zona Integritas dipahami bukan sekadar pemenuhan dokumen atau indikator administratif, melainkan sebagai upaya nyata dalam membangun budaya kerja yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Hasil dari proses seleksi dan asesmen ini akan menjadi dasar dalam penetapan Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas Lapas Brebes Tahun 2026, yang nantinya bertugas mengawal perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi seluruh tahapan pembangunan Zona Integritas secara berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan seleksi dan asesmen ini, Lapas Kelas IIB Brebes optimistis target pembangunan Zona Integritas menuju WBBM 2026 dapat dicapai secara optimal. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Lapas Brebes dalam mendukung kebijakan reformasi birokrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta menghadirkan layanan pemasyarakatan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.




