Way Kanan -- Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Way Kanan yang baru menjabat, B. Ishak, menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor perkebunan daerah dengan memaksimalkan program yang sudah berjalan serta membenahi data dasar perkebunan sebagai fondasi pengajuan program ke pemerintah pusat.
Saat ditemui di ruangannya, Selasa (3/2/2026), Ishak menyampaikan bahwa pada tahun ini Dinas Perkebunan masih akan berfokus menjalankan program-program yang telah ada, baik yang bersumber dari Pemerintah Daerah maupun dari pemerintah pusat.
Salah satu program daerah yang saat ini terus berjalan adalah pemberian BPJS Ketenagakerjaan gratis bagi 500 petani sawit, yang dibiayai melalui dana bagi hasil (DBH) sawit.
“Untuk program tahun ini, kita masih menjalankan program yang sudah ada dari Pemda Way Kanan. Salah satunya adalah pemberian BPJS Ketenagakerjaan secara gratis kepada 500 petani sawit yang bersumber dari DBH sawit. Program ini sudah berjalan dan datanya akan kita perbarui setiap enam bulan,” ungkap Ishak.
Selain program daerah, Dinas Perkebunan juga tetap mengawal program dari Kementerian Pertanian, salah satunya Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa kuota PSR tahun ini diperkirakan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
“Untuk program dari kementerian, salah satunya PSR atau peremajaan sawit rakyat. Namun kemungkinan tahun ini kuotanya menurun. Jika sebelumnya kita bisa sampai 500 hektare, tahun ini kemungkinan hanya sekitar 100 hektare,” jelasnya.
Sebagai pejabat baru di lingkungan Dinas Perkebunan, Ishak menekankan bahwa langkah awal yang menjadi fokus utamanya adalah melakukan pendataan ulang secara menyeluruh terhadap sembilan komoditas perkebunan unggulan di Way Kanan. Menurutnya, data yang akurat menjadi kunci utama dalam mengusulkan program ke pemerintah pusat.
“Sebenarnya data perkebunan kita ada, tetapi terakhir diperbarui tahun 2023 dan sampai sekarang belum di update lagi. Ke depan, saya butuh data yang benar-benar valid, karena data inilah yang akan kita bawa ke kementerian. Bagaimana kita mau meminta program kalau data perkebunan kita sendiri belum terbaru,” tegas Ishak.(Rls/Tayib)




