Lampung — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sukadana menggelar pembukaan Pesantren Ramadhan 1447 H yang berlangsung khidmat di Masjid Miftahut Taubah Rutan Sukadana, Selasa (03/03). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pembinaan spiritual bagi seluruh warga binaan dalam menyambut dan mengisi bulan suci Ramadhan dengan penuh keimanan dan ketakwaan.
Kegiatan Pesantren Ramadhan secara resmi dibuka oleh Kepala Rutan Kelas IIB Sukadana, Mohammad Jawad Cirry. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat struktural dan pegawai Rutan Sukadana, serta jajaran Penyuluh Agama Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur. Seluruh warga binaan tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan dengan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan.
Dalam sambutannya, Karutan Sukadana menyampaikan bahwa Pesantren Ramadhan merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang bertujuan membentuk karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik, religius, dan siap kembali ke tengah masyarakat.
“Bulan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki diri. Melalui kegiatan Pesantren Ramadhan ini, kami berharap warga binaan dapat meningkatkan kualitas ibadah, memperdalam pemahaman agama, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga proses pembinaan ini menjadi bekal berharga saat kembali ke masyarakat,” ujar Karutan.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan murojaah Juz 30 yang diikuti seluruh warga binaan dengan penuh kekhidmatan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di dalam masjid, menghadirkan suasana Ramadhan yang syahdu dan menenangkan hati. Kegiatan kemudian diisi dengan penyampaian materi dan praktik taharah (bersuci) sebagai dasar penting dalam pelaksanaan ibadah.
Suasana semakin hidup ketika sesi games tebak-tebakan seputar materi yang telah disampaikan digelar. Dengan penuh semangat, warga binaan berlomba menjawab pertanyaan, menciptakan suasana belajar yang interaktif, menyenangkan, namun tetap sarat makna.
Melalui kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H ini, Rutan Kelas IIB Sukadana menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga penguatan spiritual. Di bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini, diharapkan setiap warga binaan dapat menapaki proses hijrah menuju pribadi yang lebih baik, menjadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan yang penuh keberkahan.




