Aceh — Kantor Imigrasi Banda Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima melalui inovasi "IES" (Imigrasi Peka Terasa). Pada Senin (13/04), petugas Imigrasi menyisir beberapa lokasi untuk melakukan layanan "jemput bola" bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan khusus.
Layanan prioritas ini menyasar tiga orang pemohon paspor baru yang tengah berjuang melawan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan bagi mereka untuk datang langsung ke kantor. Petugas diterjunkan langsung ke lapangan guna memastikan setiap warga negara mendapatkan hak layanan keimigrasian tanpa hambatan fisik.
Kepala Kantor Imigrasi Banda Aceh, Bambang Tri Cahyono, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata dedikasi instansi dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan responsif, terutama dalam situasi darurat medis.
"Layanan IES ini kami rancang untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Hari ini, kami melakukan pengambilan data biometrik dan wawancara di lokasi-lokasi yang cukup menantang secara teknis, namun demi kemanusiaan, hal tersebut menjadi prioritas utama kami," ujar Bambang.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian, T. Ferdian Hadi Mulya, menambahkan bahwa timnya selalu siap sedia merespons permohonan darurat seperti ini.
"Kami memastikan bahwa meskipun pelayanan dilakukan di luar kantor, seperti di dalam ambulans atau bangsal rumah sakit, standar operasional prosedur dan keamanan data tetap terjaga dengan ketat. Kami berupaya memberikan kemudahan semaksimal mungkin agar masyarakat yang sedang sakit tidak lagi terbebani oleh urusan administratif paspor di tengah perjuangan mereka untuk sembuh," tegas Ferdian.
Rincian pelaksanaan layanan pada hari ini meliputi:
1 Satu pemohon dilayani di dalam Ambulans di area darurat.
2. Satu pemohon dilayani di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUZA).
3. Satu pemohon lainnya dilayani di kediaman/rumah pribadi masing-masing.
Ketiga pemohon tersebut mengajukan pembuatan paspor baru yang rencananya akan digunakan untuk keperluan pengobatan lanjutan ke luar negeri. Dengan hadirnya petugas langsung ke tempat tidur pasien (hospital visit) dan rumah warga (home visit), diharapkan proses administrasi keberangkatan pasien untuk berobat tidak lagi terbebani oleh kendala birokrasi fisik.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini berjalan dengan tertib dan lancar. Layanan IES (Imigrasi Peka Terasa) ini diharapkan dapat terus menjadi solusi bagi kelompok rentan di wilayah kerja Kantor Imigrasi Banda Aceh, mempertegas fungsi Imigrasi sebagai pelayan masyarakat yang humanis.




