Lampung – Guru Besar Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr. apt. Elfahmi, M.Si., terpilih sebagai Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) periode 2026–2030 dalam pemilihan tertutup yang digelar Senat Itera bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Ruang Rapat Utama Gedung A Itera, Rabu, 20 Mei 2026.
Pemilihan diikuti 15 anggota senat yang hadir dari total 17 anggota senat, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang dikuasakan kepada Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Kemendiktisaintek RI, Dr. Muhamad Hasan Chabibie, S.T., M.Si.
Berdasarkan hasil pemungutan suara, Prof. Elfahmi memperoleh 91,30% suara. Sementara itu, dua calon lainnya, yakni Aswan Prof. Dr. Aswan, S.T., M.T., dari ITB dan M. Faiz Syuaib Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr., dari Institut Pertanian Bogor, masing-masing memperoleh 4,35% suara.
Perolehan suara tersebut berasal dari komposisi 65% suara senat yang hadir dan 35% suara Menteri, sesuai Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri.
Ketua Senat Itera, Dr. Sunarsih, M.A., menyampaikan bahwa seluruh proses pemilihan rektor berlangsung secara jujur, objektif, dan berintegritas. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilihan rektor, termasuk para bakal calon dan tiga calon rektor yang telah mengikuti proses pemilihan secara terhormat dan bermartabat.
“Selamat kepada Prof. Elfahmi yang telah terpilih sebagai Rektor Itera periode 2026–2030. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha yang akan menyelesaikan masa kepemimpinannya pada 30 Juni mendatang,” ujar Dr. Sunarsih.
Ia menambahkan, Senat Itera selanjutnya akan menyampaikan hasil pemilihan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk proses penetapan dan pelantikan rektor terpilih.
Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota senat dan panitia atas kelancaran proses pemilihan rektor. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Elfahmi atas amanah yang diberikan.
“Atas nama pimpinan dan sivitas akademika, saya menyampaikan selamat kepada Prof. Elfahmi atas amanah yang dipercayakan. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam memimpin Itera,” ujar Prof. Nyoman.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor terpilih, Prof. Elfahmi menyampaikan apresiasi kepada pimpinan, anggota senat, dan panitia atas kelancaran proses pemilihan rektor yang berlangsung dari awal hingga akhir. Menurutnya, proses pemilihan telah berjalan baik dan mencerminkan nilai-nilai integritas sesuai tema pemilihan rektor, yakni Berani, Integritas, Jujur, Amanah, dan Kreatif (BIJAK). “Mudah-mudahan proses ini menjadi gambaran tata kelola Itera yang terus berjalan baik ke depannya,” ujar Prof. Elfahmi.
Prof. Elfahmi menambahkan bahwa amanah sebagai Rektor Itera merupakan tanggung jawab besar. Menurutnya, kepemimpinan sebelumnya telah berhasil membangun fondasi yang kuat dan menghadirkan berbagai capaian bagi perkembangan institusi.
“Prestasi yang telah dicapai menjadi amanah untuk dipertahankan dan terus ditingkatkan sehingga Itera dapat terus berkembang menjadi institut teknologi yang unggul sesuai visi dan misinya,” ujar Prof. Elfahmi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., atas kepercayaan yang diberikan. Prof. Elfahmi berharap seluruh sivitas akademika dapat bersama-sama melanjutkan upaya memajukan Itera menjadi perguruan tinggi berdaya saing global.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor Itera, Dr. Abdul Rajak, M.Si., menjelaskan bahwa proses pemilihan Rektor Itera periode 2026–2030 telah melalui berbagai tahapan, mulai dari pendaftaran pada 14 Januari–14 Februari 2026, seleksi administrasi, pengenalan bakal calon kepada sivitas akademika, penyampaian visi, misi, dan program kerja secara terbuka, hingga penetapan tiga calon rektor pada 21 April 2026.
Ia menambahkan, tahapan selanjutnya adalah penetapan dan pelantikan rektor terpilih oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang saat ini masih dalam proses penjadwalan.
*Profil Rektor Terpilih*
Prof. Dr. apt. Elfahmi, M.Si., merupakan Guru Besar Sekolah Farmasi ITB yang lahir di Ampang Pulai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada 25 April 1969.
Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Farmasi di Universitas Andalas pada 1993 dan pendidikan profesi apoteker di perguruan tinggi yang sama pada 1995. Selanjutnya, Prof. Elfahmi menempuh pendidikan Magister Farmasi di ITB dan lulus pada 1997, kemudian meraih gelar doktor dari University of Groningen, Belanda, pada 2006.
Dalam perjalanan kariernya, Prof. Elfahmi memiliki pengalaman panjang di bidang akademik, riset, dan pengelolaan perguruan tinggi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister dan Doktor Sekolah Farmasi ITB, Kepala Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi ITB, Kepala Pusat Unggulan Iptek (PUI) Nutrasetikal ITB, serta Wakil Dekan Bidang Akademik Sekolah Farmasi ITB periode 2020–2025. Saat ini, Prof. Elfahmi mengemban amanah sebagai Direktur Riset dan Inovasi ITB periode 2025–sekarang.
Selain aktif di bidang akademik, Prof. Elfahmi juga terlibat dalam berbagai organisasi profesi dan keilmuan, di antaranya Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI), Perkumpulan Akademisi dan Saintis Indonesia (ASASI), Perhimpunan Peneliti Bahan Alam Indonesia, Indonesia Society of Chemoprevention (ISCC), serta International Advisory Board of Asian Symposium on Medicinal Plants and Spices (ASOMPS).





