Lampung — Setelah menjalani masa magang selama enam bulan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung, peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) presentasikan inovasi sebagai bentuk evaluasi akhir sekaligus kontribusi nyata selama menjalankan tugas di lingkungan Pemasyarakatan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas pada Rabu (20/5).
Presentasi inovasi tersebut diikuti dengan penuh antusias oleh para peserta magang yang selama enam bulan terakhir aktif membantu pelaksanaan tugas di berbagai bidang pelayanan dan administrasi di Lapas Perempuan Bandar Lampung. Dalam pemaparannya, para peserta menyampaikan Inovasi mengenai "Pengolahan Limbah Buah dan Sayur Menjadi Ecoenzym Sebagai Solusi Pengurangan Limbah di Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung"
Kepala Lapas Perempuan Bandar Lampung, Amiek Diyah Ambarwati bersama jajaran struktural turut hadir sebagai mentor sekaligus penilai dalam kegiatan presentasi inovasi tersebut. Kehadiran para pejabat struktural menjadi bentuk dukungan dan pendampingan terhadap pengembangan kemampuan peserta magang selama menjalani program di Lapas Perempuan Bandar Lampung.
Jajaran struktural yang hadir tidak hanya melakukan penilaian terhadap hasil inovasi, tetapi juga memberikan arahan, masukan, dan evaluasi kepada peserta agar ide-ide yang disampaikan terus dikembangkan lebih optimal. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan profesionalisme peserta magang.
Presentasi inovasi berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh semangat. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk memaparkan ide, program, maupun evaluasi yang mereka susun berdasarkan pengalaman selama bertugas. Beberapa inovasi yang disampaikan mendapat apresiasi dari para mentor dan jajaran struktural karena dinilai memberikan solusi sederhana, namun efektif dalam mendukung pelaksanaan tugas di lingkungan Lapas Perempuan Bandar Lampung.





