‎Hari Kedua Survei Akreditasi LAM-KPRS, RSUD KH Ahmad Hanafiah Mantapkan Langkah Menuju Predikat Paripurna

Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

‎Hari Kedua Survei Akreditasi LAM-KPRS, RSUD KH Ahmad Hanafiah Mantapkan Langkah Menuju Predikat Paripurna

Rabu, Juli 29, 2026 | 12:38 WIB 0 Views Last Updated 2026-07-29T05:38:58Z
‎Lampung Timur -- RSUD KH Ahmad Hanafiah Kabupaten Lampung Timur memasuki hari kedua pelaksanaan Survei Akreditasi Rumah Sakit oleh Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS) dalam upaya meraih predikat Paripurna. Memasuki tahapan lanjutan ini, tim surveior kembali melakukan telusur terhadap sejumlah standar pelayanan guna memastikan mutu dan keselamatan pasien telah diterapkan secara optimal di seluruh unit pelayanan.
‎Kegiatan diawali dengan briefing dan pemaparan hasil telusur pada hari pertama.
‎ Dalam kesempatan tersebut, para surveior menyampaikan berbagai catatan, apresiasi, serta masukan yang diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan bagi rumah sakit.
‎Surveior LAM-KPRS, Tata, menjelaskan bahwa pada hari pertama telah dilakukan telusur ke berbagai unit pelayanan, mulai dari ruang operasi, CSSD, laboratorium, radiologi, ruang perawatan intensif, hingga instalasi pendukung lainnya.

‎Pada ruang operasi, surveior menilai alur pelayanan sudah berjalan dengan baik. Namun, jalur operasi harus selalu dipastikan lancar dan setiap tindakan operasi harus direncanakan secara matang agar pelayanan tetap aman dan efektif.

‎Sementara itu, pada Central Sterile Supply Department (CSSD), pengelolaan alat dinilai telah berjalan baik. Surveior memberikan masukan agar alat-alat steril dikelompokkan berdasarkan jenisnya sehingga memudahkan penyimpanan, pengawasan, dan proses distribusi.

‎Di Laboratorium, pelayanan dinilai sudah baik. Surveior juga menyarankan agar kotak saran ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau masyarakat. Selain itu, hasil survei kepuasan pasien perlu terus dikoordinasikan dan dikelola secara serius oleh manajemen rumah sakit sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan.
‎Untuk Instalasi Radiologi, pelayanan mendapat apresiasi karena telah beroperasi selama 24 jam, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasien kapan pun dibutuhkan.
‎Apresiasi juga diberikan kepada ruang NICU, ICU, dan PICU. Menurut surveior, sebagai rumah sakit daerah, fasilitas yang dimiliki sudah sangat lengkap, termasuk keberadaan enam unit inkubator yang dinilai mampu mengakomodasi kebutuhan pelayanan bagi bayi dan anak dengan kondisi khusus.
‎Telusur juga dilakukan pada genset, ruang jenazah, Pengendalian dan Pencegahan Infeksi (PPI), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta pengelolaan limbah B3. Rumah sakit dinilai telah memiliki dua unit genset yang berfungsi dengan baik sehingga mampu menjamin kontinuitas pelayanan apabila terjadi gangguan listrik. Pengelolaan limbah B3 juga telah bekerja sama dengan pihak berwenang sehingga memenuhi ketentuan yang berlaku.
‎Pada aspek PPI, surveior menilai petugas telah melaksanakan tugasnya secara penuh waktu dengan baik. Namun demikian, setiap ruangan diharapkan memiliki akses informasi atau panduan PPI yang mudah dijangkau agar penerapan budaya keselamatan pasien semakin optimal.
‎Di ruang perawatan pasien, hasil wawancara menunjukkan bahwa pasien merasa cukup puas terhadap pelayanan yang diberikan. Surveior mengingatkan agar seluruh petugas terus memberikan penjelasan kepada pasien secara ramah, jelas, dan mudah dipahami.
‎Sementara itu, Instalasi Gizi mendapat penilaian positif karena kondisi ruangan yang bersih, tertata, dan mendukung pelayanan.
‎sesi berikutnya, surveior Sri Wahyuni menyampaikan hasil telusur di beberapa unit lainnya. Instalasi Laundry dinilai telah berjalan dengan baik.Sedangkan pada Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS), masih diperlukan kelengkapan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta berita acara untuk setiap barang yang dikelola.
‎Di Instalasi Gawat Darurat (IGD), surveior mengingatkan agar kartu inventaris barang selalu diperbarui. Di sisi lain, hasil wawancara menunjukkan pasien merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan. Menurut surveior, hal tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada RSUD KH Ahmad Hanafiah.
‎Pada ruang oksigen, penanggung jawab dinilai telah menjalankan tugas dengan baik. Namun, administrasi berupa berita acara pemesanan perlu terus dilengkapi agar seluruh proses terdokumentasi secara tertib.

‎Di ruang Hemodialisa, pelayanan mendapat apresiasi karena petugas dinilai responsif dan memberikan pelayanan yang baik sehingga pasien merasa nyaman. Hal serupa juga terlihat pada ruang VIP, yang dinilai memiliki fasilitas lengkap dengan tingkat kepuasan pasien yang tinggi.

‎Memasuki hari kedua, surveior kembali melanjutkan telusur terhadap standar Program Nasional (Prognas), Pengendalian dan Pencegahan Infeksi (PPI), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), serta Keselamatan dan Kesehatan Pasien (KPS) sebagai bagian dari rangkaian penilaian menuju predikat Paripurna.

‎Menutup briefing, Ketua Tim Akreditasi RSUD KH Ahmad Hanafiah mengajak seluruh jajaran rumah sakit untuk tetap menjaga semangat dan kekompakan dalam menghadapi setiap tahapan survei.(Rls/ Raja) 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • ‎Hari Kedua Survei Akreditasi LAM-KPRS, RSUD KH Ahmad Hanafiah Mantapkan Langkah Menuju Predikat Paripurna

Trending Now

Iklan

iklan