Lampung Selatan -- Mengusung tema "Amparan Syukur di Kaki Gunung Rajabasa", Paperahan tahun ini diharapkan berkembang menjadi agenda budaya unggulan Kabupaten Lampung Selatan.
Pemerintah daerah ingin menjadikan tradisi tersebut sebagai daya tarik wisata budaya dengan tetap menjaga keaslian dan nilai-nilai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dalam arahannya, Anasrullah mengatakan pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pengembangan sektor pariwisata.
"Kalau bisa dijadikan objek wisata. Ke depan bukan hanya sekadar menjalankan tradisi seperti biasa, tetapi dibuat lebih berwarna. Nilai sakralnya tetap ada, nilai jualnya juga ada. Dikemas agar masyarakat luar mengenal Paperahan. Namun, jangan sampai autentiknya hilang dan nilai aslinya memudar," ujar Anasrullah.
Kepala Desa Sumur Kumbang, Armad, mengatakan pelaksanaan Sedekah Bumi tahun ini akan menghadirkan sejumlah prosesi baru untuk memperkuat nilai budaya sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat maupun tamu yang hadir.
Bupati Lampung Selatan direncanakan akan disambut melalui arak-arakan dari pintu masuk desa, kemudian dikalungi sarung dan dikenakan peci oleh tokoh adat atau pewaris budaya sebagai simbol penghormatan kepada pemimpin daerah sekaligus penghargaan terhadap tradisi lokal.
“Selanjutnya, rombongan akan disambut dengan hasil bumi masyarakat yang diarak dalam parade hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas keberkahan alam. Rangkaian kegiatan yang dimulai sejak pagi hari itu juga akan diisi dengan pembacaan sejarah Paperahan guna memperkenalkan asal-usul tradisi kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.Senin ( 27/7/2026)
Selain prosesi adat, kegiatan juga akan dirangkaikan dengan penanaman pohon sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian lingkungan di kawasan kaki Gunung Rajabasa.
Bibit pohon akan diserahkan Bupati kepada para sesepuh, kemudian diteruskan kepada anak-anak sebagai simbol estafet tanggung jawab menjaga alam kepada generasi penerus.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap Paperahan atau Sedekah Bumi tidak hanya menjadi tradisi tahunan sebagai ungkapan syukur atas hasil bumi, tetapi juga tumbuh menjadi ikon wisata budaya Kabupaten Lampung Selatan yang mampu menarik minat wisatawan sekaligus tetap menjaga nilai-nilai adat yang menjadi jati diri masyarakat Desa Sumur Kumbang. (Rls/Tri)





