Muslih akui hanya kelola 6 dapur MBG via yayasannya. Sebut penunjukan ketua DPW GAPEMBI agar Lampung "anteng" dan tak rebutan titik.
Lampung Timur – Pengasuh Pondok Pesantren Darul Fatah Way Bungur, Muslih, akhirnya buka suara menanggapi pemberitaan yang menyebut dirinya terlibat dugaan jual-beli titik koordinat dapur Makan Bergizi Gratis MBG. Saat diwawancarai, 11/06/2026, Muslih membantah tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk profesionalitas.
"Terkait ompreng saya bicara dengan yang lain, Cliar kalau ini sebenarnya bagus, ada edukasi untuk masyarakat. Lha ini bukan _negik_ lho. Ini bukan jatah preman kan gitu. Ini adalah bentuk profesionalitas orang sedang berusaha," kata Muslih.
Muslih mengaku, seluruh Koordinator Pengurus Pusat Gizi KPPG se-Indonesia sudah dirapatkan oleh Korwil 1 Wilayah Sumatra dan diminta tidak memberi pernyataan apapun sebelum ada kebijakan dari Badan Gizi Nasional BGN.
"Kemarin sore KPPG se-Indonesia semuanya dirapatkan oleh Korwil 1, semuanya juga diminta untuk tidak melakukan statemen apapun sebelum lahir kebijakan dari BGN. KPPG semuanya begitu, mungkin semuanya diam," ujarnya.
"Kalau bicara itu mas sebenarnya happy ketika tak terangin semuanya supaya edukasinya jalan," imbuhnya.
Saat ditanya berapa dapur yang melalui Yayasan Darul Fatah, Muslih menjawab hanya ada enam dapur MBG.
"Enam dapur MBG yang melalui yayasan saya, hanya itu saja," kata Muslih yang juga Ketua DPW Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia GAPEMBI Lampung.
Ia menguraikan, yayasan lokal rata-rata tidak mengelola banyak dapur. "Kalau banyak orang yang tanya, saya memang tau jalur-jalur itu tapi kan silakan, itu kan jaringan pusat semua. Rata-rata kalau yayasan lokal nggak ada yang banyak. Yang banyak pasti yayasan pusat. Kayak jaringan Pak Wahyudi kan yayasan pusat semua. Kalau lokal itu paling dua, tiga, paling banyak lima," ungkapnya.
Muslih menyebut, dirinya tidak mengelola langsung karena menjabat ketua yayasan. "Dan itupun saya itu yang jalankan sekretaris, bukan saya. Sekretaris itu yang punya dapur di Kota Gajah, terus kemudian ada Mas Susilo yang punya dapur di Sribhawono. Saya ini kan tokoh sejagat yayasan, maka setiap kontrakan harus dengan saya karena harus ada tanda tangan ketua," jelasnya.
Ia merinci lokasi 6 dapur yang melalui yayasannya: Sribhawono, Kota Gajah, Lampung Selatan satu, Tanggamus satu, Tulang Bawang Barat satu, Tulang Bawang satu. "Udah itu aja. Kita nggak. Di tembak juga kalau banyak. Yang boleh banyak kan bos-bos pusat," katanya.
Muslih mengaku penunjukan dirinya sebagai Ketua DPW GAPEMBI Lampung agar kondisi daerah lebih kondusif.
"Kalau saya mengelola sendiri sudah nggak ada waktu karena saya ketua yayasannya, otomatis saya terlibat dalam semuanya. Mungkin karena saya dianggap, dijadikan ketua ini, akhirnya kan dianggapnya saya ini sebagai pemilik paling banyak. Hanya kalau link saya tahu banyak ya namanya ketua DPW," ujarnya.
Menurutnya, penunjukan ketua DPW bertujuan menjaga stabilitas. "Pak Gub sendiri umpamanya, Pak Gub yang hari ini berbasis Gerindra harusnya kan bisa menentukan, yakin harus begitu kan atensinya. Jadi saya dipilih ini di rasa mungkin mereka memandang biar lebih tenang, lebih sejuk, tidak terlibat langsung soalnya. Sehingga lebih tenang dalam menyikapi semua, makanya Lampung ini kan anteng," kata Muslih.
Ia membandingkan dengan provinsi lain. "Provinsi lain itu kenapa nggak anteng? Ada yang di internal kepengurusan ada rebutan. Lha kalau saya ini kan nggak ada rebutan sama sekali. Sudah, saya ini ketua DPW, saya yang mengatur sinergisitas dan stabilitas. Kalau kelompok A dan kelompok B terjadi sesuatu, saya coba tenangkan sehingga mereka tidak melihat saya punya keberpihakan ke satu kanan atau kiri. Itu yang membuat tenang di Lampung," jelasnya.
Dapur Aktif di Lampung Timur dan Soal Moratorium
Selaku Ketua Ansor Lampung Timur, Muslih menyebut jumlah dapur aktif di Lampung Timur. "Kalau Lampung Timur itu yang sudah aktif sekitar empat puluhan. Kalau yang kemudian kan ada yang begini bang, ada yang jalan, ada yang running tapi terkendala, ada persiapan, ada lagi yang ketipu. Banyak-banyak," Ungkapnya.
Ia menambahkan, banyak dapur yang masuk terakhir dari jaringan nasional. "Ini yang terakhir yang masuk kan banyak yang password Demokrat yang terakhir masuk. Pak Wahyudi itu yang banyak. Pak Wahyudi itu pakai jaringan nasional dan karena jaringan nasional makanya bisa nerima banyak. Kalau yayasan lokal mas nggak ada yang banyak," Kata Muslih.
Muslih berencana akan bertemu Giri untuk menyampaikan masukan. "Ini pun besok saya rencana masih mau ketemu Mas Giri untuk menyampaikan masukan tentang moratorium. Ya hari ini kan moratorium itu bagus dalam rangka efisiensi, tapi kasihan lho dapur-dapur yang sudah bangun," ujarnya.
"Belum ada edaran moratorium, yang ada rapat hasil rapat. Makanya seharusnya tidak demo, jalurnya tidak merespon tapi jalurnya menyampaikan masukan. Cara menyampaikan masukan kita lewat DPR karena tanggal 15 besok akan ada RDP anggaran BGN dengan Komisi IX DPR-RI. Nah sebelum itu langkah biar tenang semuanya," lanjutnya.
Muslih juga menyinggung awal program MBG dan kasus mantan Kepala BGN Dadan Hindayana. "Mungkin sekarang itu mainnya lebih profesional, umpannya bayaran insentif itu akhir investasi sesuai PM. Mungkin begitu. Kalau kemarin kan nggak begitu. Mau PM lima ratus atau dua ribu lima ratus sama. Bocornya keuangan negara ya disitu," katanya.
Menurutnya, Dadan tidak bisa disalahkan sepenuhnya soal dapur. "Tetapi tidak bisa serta merta Dadan dan cs-nya itu disalahkan karena itu dulu perintah lho. 2025 programnya hanya 5.000 dapur. September ada perintah dari Prabowo untuk geber sampai 20.000 dapur di akhir 2025. Ini awalnya," ungkap Muslih.
Ia menggambarkan situasi saat itu. "Jadi panggil si Purbaya, bagaimana lu ngatur semuanya, akhirnya terjadi. Nah dalam posisi seperti itu siapa yang mau membangun karena saat itu orang nggak percaya sama MBG. Tidak ada pilihan Pak Dadan, panggil Polri, panggil TNI, panggil NU, Muhammadiyah, Kabid. Lu seribu, lu seribu. Ya kan gitu bang. Karena yang punya duit mereka. Ini PETA, ini Layout, ini ketentuan, lu bangun. Tapi jalan ya pak ya. Jalan asal memenuhi syarat. Terakhir akhirnya dapur dalam waktu satu bulan teem, teem, teem kayak gitu bang. Awalnya ini sebenarnya. Jadi kalau mereka disalahin total ya nggak juga lho, Nah kalau kemudian si Pak Dadan dalam mark-up motor itu murni dia kan begitu bang," katanya.
Ia juga mencontohkan soal dapur di daerah Tertinggal Terdepan dan Terluar (3T). "Tapi kalau soal dapur ini mereka kemudian jual titik, coba Pak Muhajir ini yang dari Bogor, siapa yang mau bangun dapur 3T. Sekarang kalau kita ngomong 3T, umpamanya di sekampung udik di Gunung Agung yang daerah Menanga, itu kan pengusaha mana yang mau kalau nggak ada jaminan. Bener nggak? Akhirnya ketemulah Pak Muhajirin. Pak Muhajirin pak buat ya, berapa? Seribu untuk dapur anu, titik dapur 3T. Terus gimana duitnya? Duitnya ya Pak Muhajirin, nanti saya yang tanggung running dan sebagainya. Akhirnya Pak Muhajirin MOU lah dengan BGN. Resmi MOU, pengusaha swasta duitnya diserahin dengan BGN sekian ratus miliar. Nyata nggak keluar. Ketika ini dituntut, di ambillah sama Bu Nanik. Nah Bu Nanik inilah yang di laporkan Prabowo bahwa ini jual titik. Ini persoalannya," papar Muslih.
"Di samping memang jual titik itu ada, memang bener ada. Tetapi kan bisa dibuktikan yang ini bang," tambahnya.
Muslih juga mengomentari proses penggantian Dadan Hindayana. "Pak Dadan pulang pagi jam 10 ngadep presiden, ya terus kemudian jam 2 itu sudah diputuskan bahwa dia itu diganti. Habis magrib nya diumumkan, pagi ditangkep sorenya pakek orange," katanya sembari tertawa. "Kejam bang politik itu bang," ujarnya.
Saat ditanya perbandingan MBG dan Koperasi Desa Merah Putih KDMP, Muslih menyebut KDMP lebih parah. "Menurut Muslih KDMP parah lagi. Saya itu ketemu Zulhas, saya kemarin dipanggil Zulhas hanya merayu saya nyalon dari PAN kata dia Partai Anak Nahdiyin katanya. Saya bilang ya udah pak, KDMP kasihkan saya. Saya bilang begitu. Nanti tim-tim saya biar yang jalan untuk target. Sampean nggak usah narget saya. Berapa target di Lampung Timur ditargetkan disini, saya persiapkan. Tapi KDMP saya kasih ruang. Kenapa? KDMP itu uang paling jelas bang, aman lagi," ungkapnya.
Ia mengaku jawaban Menko Zulhas berbeda. "Kata beliau, mas yayi tidak usah ngurusi apa itu namanya KDMP, ora enek ujungi iku dalane nangdi. Saya duduk, saya, Pak Menko, Gus Miftah di ruang Pak Menko. Habis itu ketemu lagi di ruang penasehatnya pak presiden karena Gus Miftah sampai hari ini masih jadi utusan presiden, ya hanya dia mengundurkan diri tapi pengundurannya tidak diterima. Jawabannya KDMP nggak boleh dulu," kata Muslih.
"Ya ini kalau nanti tempur Jokowi sama Prabowo benar tempur, bongkar KDMP habis Prabowo. Dua program ini nggak jalan dia udah habis, padahal kekuatan TNI di belakangnya," pungkasnya.
Berita ini disusun berdasarkan hasil wawancara langsung dengan narasumber. Pernyataan dalam berita merupakan pendapat dan klaim narasumber. Dugaan pelanggaran hukum yang disebut masih perlu pembuktian oleh aparat penegak hukum. Redaksi terbuka untuk hak jawab dan hak koreksi sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999.(Raja)





