Lampung — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandar Lampung bersinergi dengan Bank Waway dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para siswa atlet karate melalui program Minat dan Bakat.
Langkah strategis ini merupakan wujud kepedulian nyata kedua institusi untuk memastikan keamanan, ketenangan, dan keberlanjutan prestasi para atlet muda di Kota Bandar Lampung.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandar Lampung, Sonny Alonsye, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas komitmen visioner yang ditunjukkan oleh manajemen Bank Waway. Menurutnya, langkah kolaboratif ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan sebuah investasi jangka panjang yang sangat besar bagi masa depan generasi muda di sektor olahraga.
"Olahraga karate adalah seni bela diri yang melatih disiplin, mental, dan fisik. Namun, kita juga menyadari bahwa di balik semangat juang yang tinggi, terdapat risiko cedera fisik yang tidak dapat diprediksi. Dengan adanya dukungan dari Bank Waway yang mendaftarkan anak-anak kita ke program BPJS Ketenagakerjaan, para atlet kini dapat berlatih dengan fokus, tenang, dan penuh rasa aman," kata Sonny Alonsye di Bandar Lampung, Minggu (19/07).
Sonny menjelaskan bahwa melalui program kolaborasi ini, para atlet karateka muda terlindungi oleh dua program utama BPJS Ketenagakerjaan yang sangat krusial, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Iuran JKK dan JKM BPJS Ketengakerjaan untuk siswa program minat dan bakat mulai Rp.16.800 perbulan dan pada tahun ini mendapat diskon 50% menjadi Rp 8.400.
Seluruh risiko finansial akibat cedera saat berlatih maupun bertanding kini telah dialihkan kepada negara melalui BPJS Ketenagakerjaan sehingga negara hadir langsung melindungi pahlawan olahraga sejak dini.
Manfaat JKK mencakup perawatan medis penuh tanpa batasan biaya (*unlimited*) serta santunan jika terjadi risiko cacat. Sementara JKM memberikan santunan tunai kepada ahli waris untuk bantalan ekonomi sekaligus memastikan keberlanjutan masa depan anak peserta melalui beasiswa pendidikan.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Waway menyatakan kebanggaannya dapat berkontribusi langsung dalam menjaga keselamatan pahlawan olahraga masa depan daerah. Bank Waway berkomitmen untuk senantiasa hadir mendukung komunitas lokal, khususnya para atlet muda berbakat agar dapat berkembang optimal tanpa dibayangi kecemasan finansial akibat risiko cedera.
"Kami di Bank Waway memandang perlindungan bagi atlet karateka muda ini sebagai tanggung jawab sosial sekaligus bentuk investasi terhadap masa depan daerah. Kami berharap melalui perlindungan jaminan sosial ini, para siswa atlet karate dapat memacu semangat dan fokus penuh dalam mengukir prestasi terbaik, sekaligus menjadi pemicu bagi sektor perbankan dan dunia usaha lainnya di Lampung untuk ikut serta melindungi ekosistem olahraga kita.
Bank Waway telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan sebagai kanal daftar dan bayar iuran BPJS Ketengakerjaan sehingga pendaftaran nasabah dan masyarakat pekerja informal di Bandar Lampung dapat melalui Bank Waway, ujar Direktur Utama Bank Waway.
Di akhir keterangannya, Sonny Alonsye berharap agar inisiatif mulia dari Bank Waway ini dapat menjadi pemantik serta role model bagi institusi lain, perbankan, pihak swasta, maupun pemerintah daerah untuk turut serta menyukseskan perluasan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh ekosistem olahraga.
"Mari kita bersama-sama memastikan bahwa tidak ada lagi atlet yang telantar atau kesulitan biaya ketika mengalami cedera demi membela daerah maupun bangsa. Semua atlet, dari cabang olahraga apa pun, berhak mendapatkan perlindungan yang sama," pungkas Sonny.





