Ekonomi Angraris Jati Diri Bangsa Indonesia

Ekonomi Angraris Jati Diri Bangsa Indonesia

SuaraLampung.Com, Mahalnya harga bahan pokok serta ketergantungan Indonesia terhadap produk-produk impor ini menunjukan bangsa ini belum mampu mengolah sumberdaya alam yang dimiliki.

Sesungguhnya indonesia sebagai negara kepulawan terbesar di dunia, Negara juga dengan garis pantai dan potensi laut terbesar di dunia pula, dengan jumlah penduduk terbesar ke empat di dunia, serta yang paling luar bisa adalah potensi lahan pertanian serta tambang yang teramat besar, andai dapat dikelola dengan semestinya tentu Indonesia dapat menjelma menjadi sebuah Negara yang sangat kuat serta diperhitungkan.

Tetapi kini kenyataannya sumber daya alam tersebut, baik laut, tambang, atau hutan semua belum mampu membawa kesejahteraan bagi rakyat, ironisnya banyak dari sumberdaya alam bangsa kita yang melimpah justru dikuasai dan dieksplorasi oleh bangsa lain demi keuntungan mereka, dimana bangsa kita kini hanya sebagai penonton.

Menjadi sebuah bangsa yang besar harus dimulai dari pembangunan pribadi dan mental warga negara, baru dengan demikian maka semua potensi yang kita miliki akan dapat diolah dan digunakan untuk sebesar besar kemakmuran rakyat indonesia.

panen padi
Petani sedang memanen padi

Kuncinya perubahan harus dimulai dari setiap indivdu bangsa ini, kita harus punya mental, disiplin, jujur, serta berani lebih cepat, lebih awal, lebih kuat, bangsa yang besar makmur dan dihormati serta disegani adalah bangsa yang masyarakatnya makmur dan mapan, untuk mencapai tujuan tersebut kita harus kembali mandiri dan menjadikan ekonomi agraris sebagai Jati diri Bangsa. (Tri W).


Gambar : Sebuah kegiatan proses pengolahan hasil pertanian, penggilingan Padi, di Desa Rulung helok kecamatan Natar, Lampung Selatan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ekonomi Angraris Jati Diri Bangsa Indonesia"

Posting Komentar