Proyek Penimbunan Tanah dan Sabes  Pada Saluran Irigasi Rawa Sragi- Jabung Lamtim Diduga  Rugikan Negara Milyaran Rupiah.

Proyek Penimbunan Tanah dan Sabes  Pada Saluran Irigasi Rawa Sragi- Jabung Lamtim Diduga  Rugikan Negara Milyaran Rupiah.

Inilah proyek kementrian PUPR provinsi lampung di rawa sragi jabung lamtim yang uat dugaan pada pekerjaan penimbunan tanah dan metrial sabes tak sesuai RAB diduga memyimpang dana milyaran rupuah

suaralampung.com -
Proyek yang berasal dari  kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat direktorat jenderal sumber daya air Balai Besar Sungai Mesuji Sekampung , SNVT pelaksanaan jaringan pemanfaatan air mesuji sekampung pada pembangunan irigasi Jabung Rawa Sragi- II/AMS- 22 kuat dugaan telah merugikan negara hingga milyaran Rupiah.

Kegiatan Penimbunan tanah dengan pengerasan  jalan sepanjang mirigasi dengan menggunakan sabes, atas proyek pembangunan daerah irigasi Jabung  (saluran primer dan sekunder  rawa seragi - 2/AMS-22 ) nomor kontrak-kontrak HK-02.07/10/SNVT-PJPA-MS/IRA.II/ 2015 dalam pekerjaannya di laksanakan oleh PT.WASKITA KARYA  dan PT ABDI MULYA BERKAH dengan kontrak  dimulai tahun 2015 hingga 2019.

Prihal kerugian negara pada proyek ini dengan gamblang  disampaikan edi ketua DPD LSM lembaga swadaya masyarakat palapa sakti Nusantara pemersatu bangsa propinsi Lampung hari Sabtu (12/10/2019) pada awak media ini menguraikan atas pekerjaan saluran primer dan sekunder bahwasanya dalam kegiatan pembagunan tersebut ada dugaan kebocoran keuangan negara yang dengan sengaja telah mengangkangi RAB (Rencana Anggaran Biaya) sehingga negara dibohongi sampai  milyaran Rupiah."jelasnya

Perhitungan sementara Untuk saluran sekunder berdasarkan RAB dengan ketinggian tebal ukur 20 cm,  namun pelaksanaanya hanya di kerjakan  dengan  tinggi ketebalan 10 cm saja, jadi  secara jelas negara dalam pekerjaan tersebut di rugikan, yakni dengan istimasi sebagai berikut : 
ketebalan 10 cm X lebar  2 meter  X panjang 23.000 meter itu adalah 4.600 kubik matrial yang tak diadakan.

Sedangkan Untuk saluran primer  berdasarkan RAB ketinggian urutan  atau ketebalan ukur 20 cm namun pelaksanaanya hanya di kerjakan dengan ketinggian tebal matrial 10 cm ,jadi  secara jelas negara dalam pekerjaan tersebut di rugikan  dalam hitung estimasi sebagai berikut : 
ketebalan 10 cm X lebar  3 meter  X panjang 23.000 meter itu kedapatan  6.900 kubik matrial yang tak di cukupi pada proyek negara tersebut.

Estimasi sementara kedua jenis pekerjaan antara sekunder dan primer  volume pekerjaan yang diduga takterpenuhi yakni. 4.600 kubik + 6.900 kubik berjumlah 11.500 kubik X estimasi harga satuan Rp .100.000/ kubik  sehingga kerugian keuangan negara akibatnya berjumlah Rp .1.1 milyar Rupiah.

Sementara untuk pekerjaan saluran primer titik tanah dasar ( OGL ) di naikan 20 cm alias tidak ada penimbunan namun keuangan nya di bayarkan dengan estimasi ketinggian tebal 20 cm X lebar 5 cm X panjang 23.000 X harga satuan Rp .45.000 / kubik didapati jumlah nilai 1.035 milyar Rupiah.

untuk pekerjaan saluran sekunder titik tanah dasar ( OGL ) yang sejatinya di naikan 20 cm itu  tidak ada penimbunan, tapi keuangan nya di bayar, dengan estimasi ketinggian 20 cm X lebar  3 cm X panjang 23.000  = 13.800 kubik X  harga satuan Rp .45.000 / kubik = 621 juta Rupiah,
sehingga jika di jumlahkan kerugian negaranya dalam estimasi perhitungan konsultan adalah sebesar Rp 2.756.000.000,. ( Dua milyar tujuh ratus lima puluh enam juta rupiah ) .

Kemudian dalam hal ini Teddy selaku tim pemantau dari Lembaga Swadaya Masyarakat meminta pada dinas dan penegak hukum  untuk mengkroscek kembali atas dugaan kecurangan  dalam pekerjaan tersebut, karena kuat dugaan adanya konspirasi antara  tim pelaksana dan pejabat dinas PUPR propinsi Lampung. (Rossy)


Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Proyek Penimbunan Tanah dan Sabes  Pada Saluran Irigasi Rawa Sragi- Jabung Lamtim Diduga  Rugikan Negara Milyaran Rupiah."

Posting Komentar