Warga Keluhkan Pembangunan Rabat Beton di Pekon Betung

Warga Keluhkan Pembangunan Rabat Beton di Pekon Betung

Tanggamus Suaralampung.com– Menyikapi Pemberitaan di beberapa media online beberapa waktu lalu terkait pembangunan rabat beton di Pekon Betung Kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus, yang di bangun menggunakan dana desa tahun anggaran 2019 oleh PJ Pekon. Warga keluhkan bangunan tersebut diduga tidak sesuai dengan perencanaan. Senin, 2 Desember 2019.

LSM GMBI dan LSM MP3 bersama Tim DPC AJOI Tanggamus melakukan penelusuran ke lokasi menemui,Mamo (42)nama samaran, narasumber yang merupakan warga setempat.

Menurut mamo saat dikonfirmasi tim media mengatakan bahwa Pembangunan tersebut tidak ada plang/papan pagu anggaran kegiatan  dan tidak ada pemberdayaan Masyarakat.

"Pembangunan itu enggak ada plang pengerjaan, jadi pengerjaan nya itu hanya melibatkankan TPK aja,"katanya.


Pembangunan tersebut pada gambar yang di ambil oleh Media, tampak bahwa lebar jalan kurang lebih 3 Meter di bagi menjadi 2, 1 jalan selebar 1 Meter menjadi dua bagian dan di tengah kosong, panjang sekitar 150 meter jalan menuju sungai.

"Bangunannya itu enggak sesuai harapan masyarakat, hasil bangunannya aja kalo di injak pakai kaki bisa hancur," jelasnya.

Masih menurut mamo, masyarakat  berharap agar pembangunan tersebut segera di tindak lanjuti oleh pemerintah daerah agar pemanfaatannya bisa maksimal.

"Saya berharap, pembangunan itu di kerjakan sesuai RAB yang ada, saya selaku warga sini merasa kecewa, kalau bisa bangunan itu di kerjaka dan diperbaiki lagi, tidak seperti kondisi saat ini,"

Mamo berharap pada Inspektorat turun langsung melihat dan memeriksa kondisi bangunan,"tutupnya.

Sementara Camat Pematang Sawa, Agus Somad, ketika di konfirmasi via telpon selulernya mengatakan,kami dari kecamatan sudah menegurnya kepada Pj Kakon Pematangsawa,secara tertulis.

"Pada prinsipnya kami dari Kecamatan telah melakukan fungsi pengawasan dan telah melayangkan surat klarifikasi terkait beredarnya berita di beberapa media online beberapa waktu lalu,"kata Agus.

Masih menurut Agus Somad,bahwa Pj Kepala Pekon Betung menyikapi surat yang di layangkan oleh Kecamatan mengatakan akan segera berkordinasi dengan TPK untuk  perbaikan pekerjaan Rabat Beton yang di persoalkan,warga lewat media," tutupnya

Namun,berdasarkan pemantauan Amroni Abd. SH, Ketua LSM GMBI Distrik Tanggamus, Kontruksi pengerjaan pembangunan tersebut hingga Senin, 2 Desember 2019 masih terlihat seperti yang selama ini dikeluhkan masyarakat setempat.

"Kalau melihat dari kondisi pembangunan tersebut, itu sudah menyalahi aturan, karna setiap pembangunan yang menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) harusnya di pasang plang Pagu kegiatan. Kalau plangnya saja tidak dipasang artinya Pj tersebut tidak tahu aturan pengerjaan pembangunan," jelasnya.

Masih menurut Amroni. "Bangunan itu kan untuk masyarakat, harusnya koordinasi dengan masyarakat bahwa disitu akan di bangun Rabat Beton itu," katanya.

Amroni berharap Inspektorat secepatnya bisa turun langsung melihat kondisi bangunan yang di kerjakan oleh Pj Kakon tahun 2019.

"Saya berharap apa yang diinginkan masyarakat bisa didengar dan di kerjakan sesuai RAB, jangan asal membangun begitu, jangan mentang – mentang di pedalaman jadi seenaknya saja dan pemerintah jangan terkesan membiarkan bangunan yang tidak sesuai aturan itu,"pungkasnya.(AJOI)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Warga Keluhkan Pembangunan Rabat Beton di Pekon Betung"

Posting Komentar