Perlu Di Pertanyakan, Penerima BLT-DD Pekon Umbar Diduga Tidak Tepat Sasaran, Anggaran BLT-DD Banyak Di Sisakan

Perlu Di Pertanyakan, Penerima BLT-DD Pekon Umbar Diduga Tidak Tepat Sasaran, Anggaran BLT-DD Banyak Di Sisakan

TANGGAMUS - Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) pekon Umbar Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus di pertanyakan masyarakat setempat.

Hal tersebut di ungkapkan oleh baberapa masyarakat Pekon Umbar kepada pewarta media ini, terkait aturan yang di gunakan oleh PJ setempat yang diduga tidak mengacu pada Permendes PDTT Nomor 6 Tahun 2020.

Dalam ungkapan masyarakat Pekon Umbar kepada media ini Kamis (21/5). Dikatakan, "Kemaren di Desa kami Umbar melaksanakan rapat membahas masalah BLT-DD," Katanya

Ia mengatakan lagi, " Diperkirakan ada 46 orang warga  memenuhi sarat  untuk menerima bantuan BLT-DD yang tidak terdata, tidak dapat di tambahkan lagi, sebenarnya ada 50 orang tidak kena data, dan orang -orang itu yang tidak mendapatkan program PKH atau BPNT dan yang lainnya dari pamerintah, sehinga mereka berhak mendapat bantuan BLT-DD, " Kata Dia, seraya meminta identitasnya untuk tidak dimuat di Media ini.

"Kemaren di waktu rapat kita masyarakat meminta pendataan ulang, tetapi bahasa mereka (Pamerintah Pekon) menjawab tidak dapat lagi pendataan ulang lagi," Ungkapnya.

Lebih lanjut diungkapkannya "Mereka itu (red, Warga yang tidak terdata) tidak dapat menerima program apa-apa dari pamerintah pusat atau daerah, tetapi malah orang kaya di kampung kita ini yang berinisial ZN malah mendapatkan BLT-DD, sebaliknya orang tidak punya malah tidak memperilehnya, seperti tetangga saya itu," Ungkapnya merahasiakan nama tetangganya yang tidak menerima program apapun.

Iapun mengirimkan sebuah catatan melalui pesan singkat via whatapps nya berjudul BLT-DD Umbar Tahun 2020.

Dalam catatan tersebut menggambarkan atas ungkapan masyarakat Pekon Umbar terkait masyarakat yang layak menerima BLT-DD namun tidak menerima BLT-DD.

Pewarta media ini mencoba konfirmasi melalui Ponsel Kepala PJS Pekon Umbar Bazari dinomor 0852688868×× dalam baberapa kali Tersambung namun tanpa Jawaban.

Pewarta media ini mencoba mengirimkan sebuah pesan singkat menuliskan, "Mohon Maaf Paduka......saya dari media suaralampung.Com, disini kami dari anggota pers mendapakan informasi terkait masalah BLT-DD yang di duga banyak pertanyan terkait sisa anggaran dan Masyarakat yang layak mendapatkan tidak mendapatkan.... minta tanggapan nya Paduka" Tulisan Pesan Singkat namun tidak ada jawaban.
 
Seharusnya permasalah demikian tidak harus terjadi karena, Berdasarkan penjelasan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi Republik Indonesia Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd, menyampaikan dalam acara Indonesia Lawyers Club yang diadakan pada Selasa (12/05) di TV One. 

Dalam sebuah link https://youtu.be/_WhhXmRKsRQ.

Dalam acara tersebut, Menteri Desa, mengatakan diantaranya bahwa calon penerima BLT adalah keluarga miskin yang terdapat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang kehilangan mata pencaharian, terdapat anggota keluarga penyakit kronis atau menahun, non PKH, non BPNT, dan non Kartu Prakerja, kemudian, jika terdapat keluarga miskin sebagaimana diatas, tapi tidak masuk dalam DTKS, tetap bisa menerima BLT-DD.
 
Lebih lanjut, dirinya mengatakan, bilamana ada calon penerima BLT Desa yang tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), namun berhak mendapatkan, juga tetap bisa menerima BLT DD, asalkan alamatnya lengkap, sehingga mudah untuk dilakukan verifikasi Jadi tidak ada yang menyulitkan dalam BLT Desa. 

Namun, PJS Pekon Umbar Diduga Tidak mengacu pada Permendes PDTT Nomor 6 Tahun 2020, dan sebaliknya dalam Ungkapan Masyarakat, PJ pekon Umbar justru menyisakan dana  BLT-DD tersebut, hendak di kemanakan, penuh pertanyaan. Dimana masyarakat meminta keterbukan informasi tersebut, sehingga jelas adanya.

Penulis : Tri whyudi/ Riyal.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perlu Di Pertanyakan, Penerima BLT-DD Pekon Umbar Diduga Tidak Tepat Sasaran, Anggaran BLT-DD Banyak Di Sisakan"

Posting Komentar