Pemkot Metro Anggarkan Dana Tanggap Darurat Rp 700 Juta

Pemkot Metro Anggarkan Dana Tanggap Darurat Rp 700 Juta


Wali Kota Metro Achmad Pairin saat meninjau jembatan perbatasan Metro- Lampung Timur yang kembali rusak akibat hujan deras.

Suaralampung.Com.
METRO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Metro menyiapkan anggaran Rp 700 juta untuk tanggap darurat bencana di wilayah setempat.

"Anggaran itu bersumber dari APBD 2020. Jadi dana tanggap farurat sama seperti tahun lalu. Nah, dana itu selalu standby jika terjadi bencana banjir yang besar," beber Kepala BPBD Kota Metro Pansuri, Minggu (2/2).

Dijelaskannya, dana bisa dicairkan apabila terjadi bencana alam yang masuk dalam kategori kejadian luar biasa (KLB). Dimana warga atau masyarakat mengungsi berhari-hari akibat dampak bencana.

"Jadi kalau belum darurat ya belum bisa digunakan. Kalau untuk kerusakan fasilitas umum seperti jalan, gorong-gorong, jembatan, dan lainnya yang disebabkan banjir, itu kewenangan dari dinas terkait lain yang tupoksi infrastruktur," katanya lagi.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya melakukan penanggulangan bencana dengan berbagai kegiatan. Di antaranya turun ke lokasi rawan banjir dan melakukan antisipasi dampak bencana bersama sejumlah relawan.

"Hanya penanggulangan bencana yang aktif bergerak. Sukarelawan kami terus melakukan penanggulangan bencana di lokasi-lokasi rawan banjir. Sejauh ini dampak banjir yang terjadi di Kota Metro masih masuk kategori kecil. Meskipun beberapa titik lokasi yang menjadi langganan banjir," ungkapnya.

Namun, biasanya banjir tidak lama atau hanya dua sampai tiga jam kembali surut lagi. Pihaknya mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan penanganan dan penanggulangan bencana jika terjadi banjir. (Rls/Kominfo Kota Metro)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pemkot Metro Anggarkan Dana Tanggap Darurat Rp 700 Juta"

Posting Komentar