Kordinator Kuasa Hukum Paslon No 2 Nilai Praperadilan Yang Diajukan Tersangka Perusakan APK Tidak sesuai dengan Sema dan Harus di Tolak

Kordinator Kuasa Hukum Paslon No 2 Nilai Praperadilan Yang Diajukan Tersangka Perusakan APK Tidak sesuai dengan Sema dan Harus di Tolak

Suaralampung.com, Bandarlampung-

Sidang lanjutan praperadilan (Prapid) atas tersangka Aman Efendi yang merupakan terduga perusak alat peraga kampanye (APK) Yutuber kembali digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Dalam persidangan tersebut Kordinator Kuasa Hukum Paslon No 2 Youtuber Nilai Praperadilan yg diajukan Tersangka perusakan ApK tidak sesuai dengan Sema No 1 Tahun 2018 dan harus di tolak. Hal tersebut diungkapkan tim Kordinator Advokasi Paslon Yutuber, Ahmad Handoko, Kamis (3/12).

Karena sudah kami ketahui semua, tersangka ini statusnya DPO dalam kasus pengerusakan APK, dan sekarang mengajukan praperadilan, sesuai dengan peraturan Mahkamah Agung tahun 2018 bahwa seorang DPO tidak bisa mengajukan praperadilan.
"Surat edaran Mahkamah Agung (Sema) No 1 Tahun 2018 DPO yg mengajukan praperadilan maka permohonan praperadilanya digugurkan," tuturnya.

Kalaupun mengajukan, menurutnya majelis hakim praperadilan dapat menggugurkan. "Begitu bunyi semanya, artinya syarat formil sudah tidak terpenuhi, kami memohon majelis hakim tunggal praperadilan mempertimbangkan sema tersebut dan menolak gugatan praperadilan dari tersangka," ungkapnya.

Sidang yang dipimpin Hakim tunggal prapid Dina Pelita Asmara diagendakan dengan jawaban termohon dari penyidik Polresta Bandarlampung. Pada persidangan tersebut penyidik Polresta hanya memberikan surat jawaban atas gugatan prapid oleh Aman Efendi. "Dianggap sudah dibacakan yang mulia," ucap penyidik Polresta Bandarlampung. Hakim tunggal prapid Dina Pelita Asmara kemudian membacakan surat jawaban tersebut yang pada intinya termohon menolak permohonan pemohon.

Dirinya menunda persidangan besok (4/12) dengan agenda pembuktian. "Besok (Jumat, red) kita lakukan sidang dengan agenda pembuktian di persiapkan barang bukti ataupun saksi yang akan disiapkan, besok kami berharap ada di sini (ruang sidang,red) pukul 09.00 WIB dengan segala amunisinya," terangnya. Sementara, itu menanggapi jawaban termohon, Juwendi Leksa Utama Penasihat Hukum (PH) Aman Efendi, mengatakan jawaban tersebut hak dari termohon.

"Pertimbangan hukumnya ada di hakim tunggal prapid. Maka semua memiliki hak menyampaikan, nanti tinggal Hakim yang mempertimbangkan," ujarnya usai sidang. Pihaknya melakukan prapid untuk memastikan keadilan formil dan materil Aman Efendi. "Sehingga kami meminta majelis hakim membatalkan penetapan tersangka dan surat perintah penyidikan," tuturnya.

Ia menambahkan untuk sidang berikutnya ia akan menghadirkan 30 saksi dan 50 alat bukti. "Kepada termohon bawa semua dokumen alat bukti yang diteruskan teman-teman gakumdu ke ruang sidang kita buktikan secara formil proses sudah sesuai atau tidak karena ini menjadi rekomendasi untuk kami serahkan ke sentra gakumdu agar bisa untuk revisi," terangnya.

Diketahui sebelumnya, pasca ditetap tersangka sebagai pengrusakan alat peraga kampanye (APK), Aman Efendi (55) ajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (25/11) lalu. Aman Efendi merupakan satu di antara tujuh orang terlapor atas dugaan pengrusakan APK Paslon Walikota nomor urut 2.

Penyidik Satreskrim Polresta Bandarlampung memasukkannya dalam daftar pencarian orang (DPO). Pasalnya, tersangka kasus perusakan alat peraga kampanye (APK) ini tidak kooperatif dan mengabaikan panggilan polisi. Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Resky Maulana membenarkan hal tersebut. "Benar. Sudah kami panggil dua kali sebagai tersangka, tapi tidak hadir. Maka surat DPO itu kami terbitkan," kata Resky. (Red)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kordinator Kuasa Hukum Paslon No 2 Nilai Praperadilan Yang Diajukan Tersangka Perusakan APK Tidak sesuai dengan Sema dan Harus di Tolak"

Posting Komentar