Penangkar Trigona Ingin Tanggamus Menjadi Pusat Madu di Lampung

Penangkar Trigona Ingin Tanggamus Menjadi Pusat Madu di Lampung

Tanggamus – Penangkar lebah Trigona berkeinginan untuk menjadikan Kabupaten Tanggamus sebagai pusat madu di Lampung.

Membahas masalah madu, dan diterjemahkan dari bahasa Inggris – Lebah kerdil madu, Apis florea, adalah salah satu dari dua spesies lebah madu liar kecil di Asia Selatan dan Tenggara. Ini memiliki distribusi yang jauh lebih luas daripada spesies saudaranya, Apis andreniformis. Wikipedia (Inggris) Beda spesies lebah, maka beda pula jenis madu yang dihasilkannya.

Madu klanceng, misalnya, merupakan madu yang dihasilkan dari lebah bukan penyengat sehingga menghasilkan cita rasa yang berbeda dibanding madu pada umumnya.

Madu klanceng ialah madu yang dihasilkan dari madu tak bersengat spesies Trigona (Trigona sapiens dan Trigona clypearis) yang bertahan hidup dengan cara menggigit, bukan menyengat.

Sementara madu yang lebih banyak dikenal oleh masyarakat merupakan madu dari lebah penyengat spesies Apis (Apis cerana, A. meliafera, A. dorsata, dan lain-lain).

Salah satu perbedaan fisik kedua spesies lebah ini dapat dilihat dari bentuk sarangnya. Sarang lebah madu spesies Apis berbentuk heksagonal, sedangkan sarang lebah klanceng berbentuk seperti pot atau kendi bulat yang melintang secara horizontal.

Perbedaan madu klanceng dengan madu lainnya Karena kedua madu ini dihasilkan dari jenis lebah yang berbeda, karakteristik madu yang dihasilkan juga berbeda. Berikut beberapa perbedaan madu klanceng dengan madu lainnya.

Lebah Klanceng tidak menghasilkan madu yang berlimpah, yakni hanya 100-200 ml saja per 3 bulan.

a. Rasa lebih asam Madu identik dengan rasanya yang manis,
b. Antioksidan Madu klanceng memiliki senyawa antioksidan bernama protacatechuic acid (PCA), 4-hydroxyphenylacetic acid, dan serumen. PCA merupakan antioksidan kuat yang terbukti dapat mempercepat penyembuhan luka.
c. Antibakteri Manfaat madu klanceng ini datang dari kandungan hidrogen peroksida, flavonoid, senyawa fenolik, dan peptida antibakterial.
d. Antiperadangan Madu klanceng juga mengandung senyawa fenolik yang dapat melawan proses peradangan di dalam tubuh. Fungsi ini mirip dengan reaksi antioksidan yang dapat mencegah terjadinya stres oksidatif yang dapat mengakibatkan munculnya berbagai masalah kesehatan pada tubuh, seperti tumor dan kanker.


Seperti halnya Ahmadi Sumaryanto warga Gisting, Tanggamus yang mengetahui banyaknya manfaat dan khasiat yang terkandung di dalam uniknya Madu Klanceng, sehingga membuat dia tertarik untuk membudidayakannya. Ahmadi Sumaryanto adalah penangkar lebah Trigona di Kecamatan Gisting, Kabupaten Tenggamus, Lampung.

Saat berbincang dengan  Pewarta midia online Ahmadi Sumaryanto menuturkan. "Khasiat madu klanceng cukup banyak, budidayanya mudah dan tidak membuat kita takut disengat, harga jualnya lumayan," tuturnya.

Ahmadi Sumaryanto berkeinginan untuk menjadikan Kabupaten Tanggamus sebagai pusat madu di Lampung. Namun semua itu tentunya akan sesuai harapannya bila unsur terkait dan dukungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus bisa mendorong budidaya madu di daerah itu dengan berbagai langkah.

"Mari kita jadikan Kabupaten Tanggamus ini sebagai pusat penangkaran dan pengembangan budidaya lebah dan menjadikan Kabupaten Tanggamus ini sebagai pusat madu di Lampung," ujarnya.

Bagi yang menginginkan Madu Trigona dapat menghubungi Kedai Hidayatullah Pasar Gisting atau kontak person Ahmadi Sumaryanto di 081369610028.
(kurdi)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penangkar Trigona Ingin Tanggamus Menjadi Pusat Madu di Lampung"

Posting Komentar