Suaralampung --- Inspektorat Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menegaskan bahwa Pengelolaan Program Ketahanan Pangan Tiyuh Tirta Kencana Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT) yang bersumber dari Dana Desa saat ini masih dalam Proses Pemeriksaan Inspektorat.
Prana Putra. Kepala Inspektur Inspektorat Tubaba melalui Muslim. Irbansus Bidang Investigasi Inspektorat Tubaba. Rabu (19/3/2025) diruang kerjanya ketika dimintai Keterangan menegaskan bahwa Program Ketahanan Pangan Tiyuh Tirta Kencana sedang dalam proses pemeriksaan.
" Masih dalam proses pemeriksaan, "tuturnya.
Muslim menyebutkan, selain Tiyuh Tiyuh Tirta Kencana ada beberapa Tiyuh lainnya juga dalam proses pemeriksaan yang di temukan adanya ketidak sesuaian dalam perealisasiannya. Namun Muslim belum bisa menjelaskan Tiyuh Tiyuh yang realisasi ketahanan pangan yang di nilai tidak sesuai tersebut.
" Dari hasil pemeriksaan temen teman inspektorat ini semua, ada yang sesuai dan ada yang tidak sesuai, sementara itu dulu karena proses pemeriksaan kita masih berlanjut"
Diberitakan sebelumnya, Program Ketahanan Pangan DD di Tiyuh Mulya Kencana Tubaba Diduga Tidak Tepat Sasaran
Program Ketahanan Pangan yang bersumber dari Dana (Desa DD) Tiyuh Mulya Kencana Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) diduga Tidak Tepat Sasaran.
Pengelolaan Program Ketahanan Pangan Tiyuh dengan Anggaran mencapai ratusan juta rupiah di fokuskan pada Program Nenemo Mandiri Pangan dengan jenis kegiatan Kolam, Kandang, Kebun dan Wisata (K3W) dengan tujuan pengentasan stunting, kemiskinan ekstrim, dan pengendalian inflasi, juga menambah pendapatan masyarakat tersebut diberikan kepada Aparatur Tiyuh.
Berdasarkan data yang diperoleh anggaran pertahanan pangan di Tiyuh Mulya Kencana Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tubaba selama tiga tahun berturut-turut menganggarkan dana sebesar Rp.332.480.000. yang di pusatkan untuk belanja K3W dengan jenis kegiatan terurai sebagai berikut.
Pada Tahun Angagran 2022 Tiyuh Mulya Kencana mengadakan Bantuan Kolam Bioflok dengan volume 13 paket dengan pagu sebesar Rp 36.400.000, Belanja Bantuan bibit Alpukat 1 Paket dengan
Pagu Rp.53.000.000, dan sebanyak 1 paket kembali mengadakan bibit alpukat dengan pagu Rp.78.000.000.
Pada Tahun Anggaran 2023 dianggarkan pengadaan Bantuan bibit sayuran dan pupuk dengan Volume 1 Paket dengan Pagu Rp. 24.080.000, pengadaan bibit kambing sebanyak 1 paket dengan anggaran Rp 20.000.000, dan pengadaan bibit dan pakan ikan sebanyak 1 paket dengan anggaran sebesar Rp.28.000.000, Pengelolaan lahan dengan Pagu Rp. 24.950.000 volume 1 paket, pengadaan Bibit Tanaman dan Pupuk
Pagu Rp.4.550.000 volume 1 paket, pengadaan Bibit Ikan dan Pakan Ikan sebanyak 1 paket dengan Pagu Rp.29.500.000.
Dari hasil keterangan Kepala Tiyuh Mulya Kencana Suyanta ketika dikonfirmasi diruang kerjanya mengaku bahwa berbagai kegiatan sebagaimana tersebut diatas terealisasi, bantuan tersebut dipusatkan untuk Aparatur Tiyuh sebagai Pengelola, Rabu (26/2/2024).
Suyatna menegaskan semua bantuan dalam kegiatan pertahanan pangan tersebut, diserahkan kepada Aparatur Tiyuh (TPK, RT dan RK ) Tiyuh setempat serta beberapa masyarakat, "Kalau bibit tanaman langsung ke masyarakat, ikan ke kelompok kelompok Kalau kambing pengelolaannya TPK di bagikan ke RK- RK ada juga yang ke masyarakat.
Untuk bibit kambing pada tahun 2023 sebanyak 23 ekor dan tahun 2024 sebanyak 16 ekor, " Kalau kambing pengelolaannya TPK di bagikan ke RK- RK ada juga yang ke masyarakat, kalau awalnya tahun 2023. 26 ekor. Tahun 2024 16 ekor. Ada juga yang mati yang penting ada potonya" beber dia.
Diduga Pemerintah Tiyuh Mulya Kencana dalam perencanaan pengguanaan anggaran pertahanan pangan tidak menyusun dengan benar sasaran masyarakat yang mendapatkan bantuan tersebut, sehingga bantuan tersebut terkesan tidak tepat sasaran, dan tidak berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.
Kalau dilihat dari Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2022Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2023, Pasal 6 hurub b pengelolaan anggaran pertahanan pangan dapat dikelola oleh badan usaha milik Desa, sehingga dapat berkembang dan menjadi usaha ekonomi yang produktif
( Medi)