Bandar Lampung — Suasana blok hunian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung tampak lebih hidup pada Jumat (2/1/2026). Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dikumpulkan di area tengah blok untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dan penguatan mental. Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP), Febriansyah, hadir langsung memimpin kegiatan tersebut didampingi oleh Kepala Seksi Pelaporan dan Tata Tertib (Kasi Portatib) serta Kepala Seksi Keamanan.
Kegiatan ini dikemas dalam suasana dialogis yang santai namun serius. Febriansyah dan tim tidak hanya memberikan instruksi satu arah terkait tata tertib (Tatib) Lapas, melainkan membuka ruang diskusi dua arah. Mereka duduk bersama, mendengarkan langsung aspirasi, keluhan, dan masukan dari para warga binaan. Pendekatan persuasif ini dilakukan untuk membangun kepercayaan dan memastikan bahwa aturan ditegakkan bukan dengan rasa takut, melainkan dengan kesadaran bersama.
Selain membahas disiplin dan keamanan, momentum ini juga dimanfaatkan Febriansyah untuk memberikan penguatan semangat. Ia mengajak seluruh warga binaan untuk tidak putus asa dan semakin giat mengikuti program pembinaan yang disediakan. Di sela-sela penguatan tersebut, Ka. KPLP juga menyampaikan informasi krusial terkait perkembangan hukum nasional, yakni sosialisasi mengenai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru.
"Kita punya semangat baru dengan adanya UU No 1 Tahun 2023 ini. Regulasi baru ini membawa nuansa keadilan restoratif yang lebih humanis. Saya harap rekan-rekan warga binaan bisa memahaminya, menjadikannya motivasi untuk berkelakuan baik, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan lebih optimis," ujar Febriansyah di hadapan warga binaan.
Kegiatan "curhat" dan sosialisasi ini ditutup dengan komitmen bersama dari warga binaan untuk menjaga keamanan dan ketertiban blok hunian. Sinergi antara petugas pengamanan dan penghuni ini diharapkan mampu menciptakan iklim Lapas Kelas I Bandar Lampung yang kondusif, harmonis, dan minim gangguan keamanan.




