Brebes – Sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang tertib, aman, dan berintegritas, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes terus mendorong penerapan sistem transaksi non-tunai (cashless) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui penggunaan kartu BRIZZI, Rabu (21/1).
Penerapan sistem ini disosialisasikan kepada narapidana pindahan dari Lapas Cipinang dan dipimpin langsung oleh Kasubsi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Henry Erwinton. Kegiatan ini bertujuan agar warga binaan memahami secara menyeluruh mekanisme layanan keuangan yang berlaku di Lapas Brebes, sekaligus mendukung kebijakan bebas peredaran uang tunai di dalam Lapas.
Dalam pelaksanaannya, Lapas Brebes bekerja sama dengan Bank BRI dalam penyediaan kartu BRIZZI yang dapat digunakan oleh warga binaan untuk melakukan transaksi di Kantin Inkopasindo Lapas Brebes guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan diberlakukannya sistem e-money, setiap transaksi tercatat secara sistematis sehingga lebih transparan, mudah dipantau, dan akuntabel, yang berdampak langsung pada peningkatan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.
Kasubsi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Henry Erwinton, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah preventif dalam meminimalisir potensi gangguan kamtib.
“Melalui penggunaan kartu BRIZZI, seluruh transaksi warga binaan dapat terkontrol dengan baik dan tidak melibatkan uang tunai. Hal ini memudahkan pengawasan sekaligus menumbuhkan budaya tertib di dalam Lapas,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Brebes, Gowim Mahali, menegaskan bahwa penerapan kebijakan bebas peredaran uang tunai merupakan langkah strategis untuk menjaga integritas lembaga pemasyarakatan.
“Dengan penggunaan kartu BRIZZI, proses transaksi di dalam Lapas Brebes dapat berjalan lebih aman, dan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Kebijakan ini sekaligus menjadi komitmen kami dalam mewujudkan Lapas yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan,” tegas Kalapas.
Melalui penerapan sistem transaksi non-tunai ini, Lapas Brebes berharap tidak hanya meningkatkan keamanan internal, tetapi juga memberikan edukasi literasi keuangan digital bagi warga binaan sebagai bekal positif saat kembali ke tengah masyarakat.




