Menggala — Dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan petugas dalam menghadapi situasi darurat, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Menggala melaksanakan kegiatan simulasi pemadam kebakaran bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulang Bawang, Selasa 10 Februari 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Rutan Menggala sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan tertib, khususnya dalam mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran di area perkantoran maupun blok hunian warga binaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Menggala, Ade Hari Setiawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa simulasi ini merupakan langkah preventif yang sangat penting, mengingat Rutan termasuk salah satu objek vital yang memerlukan tingkat pengamanan dan kesiapsiagaan tinggi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh petugas memahami prosedur penanganan kebakaran, mulai dari deteksi dini, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), hingga proses evakuasi yang cepat dan terkoordinasi,” ujar Karutan.
Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tulang Bawang memberikan materi terkait teori dasar penanggulangan kebakaran, pengenalan jenis-jenis api dan media pemadam, serta praktik langsung penggunaan APAR dan simulasi pemadaman api di lapangan.
Selain itu, dilakukan pula simulasi evakuasi sebagai bentuk latihan respons cepat apabila terjadi keadaan darurat, sehingga petugas mampu bertindak sigap, tenang, dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tulang Bawang mengapresiasi inisiatif Rutan Menggala dalam melaksanakan kegiatan ini. Menurutnya, sinergi antar instansi sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran.
Dengan adanya simulasi ini, diharapkan seluruh jajaran Rutan Menggala semakin siap dalam menghadapi potensi risiko kebakaran serta mampu menciptakan lingkungan yang aman bagi petugas maupun warga binaan.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusias, serta diakhiri dengan sesi evaluasi guna meningkatkan efektivitas penanganan keadaan darurat di masa mendatang.




