Rubrik “Cahaya”:
Di balik sosok pendidik yang sederhana, tersimpan semangat besar untuk mencerdaskan generasi bangsa. Itulah yang tercermin dari perjalanan hidup Siti Maryatun, S.Pd, seorang guru yang mendedikasikan dirinya sepenuh hati dalam dunia pendidikan.
Lahir dari lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi nilai pendidikan, Siti Maryatun mengaku bahwa pilihannya menjadi seorang guru tidak lepas dari peran orang tua.
" Inspirasi terbesar saya datang dari keluarga, terutama sosok ibu yang selalu memberikan dorongan dan semangat untuk saya terus belajar dan mengabdi. Dari situlah tumbuh tekad kuat saya untuk mengikuti jejak mulia sebagai pendidik, " Ungkapnya, seraya mengenang masa awal karirnya.
" Kesuksesan yang saya raih hingga saat ini pun tidak terlepas dari dukungan keluarga, " Paparnya.
Siti Maryatun menegaskan bahwa orang tua, khususnya ibunya, memiliki peran paling besar dalam setiap pencapaian yang ia raih.
Dalam menjalani profesinya, Siti Maryatun merasakan kebahagiaan yang sederhana namun begitu berarti. Baginya, momen paling membahagiakan adalah saat melihat anak didiknya mampu memahami materi pelajaran dengan baik.
" Lebih dari itu, kebanggaan terbesar saya hadir ketika para siswa berhasil melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, bahkan sukses meraih cita-cita di berbagai profesi. Itulah “hadiah” terindah bagi seorang guru, " Ujarnya dengan tersenyum.
Namun, perjalanan sebagai pendidik tentu tidak selalu mulus. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah ketika semangat belajar siswa menurun. Kondisi tersebut menuntutnya untuk terus berinovasi, menggali potensi diri, dan mencari cara terbaik agar siswa kembali termotivasi. Dengan pendekatan yang sabar dan penuh perhatian, ia berusaha memahami karakter setiap anak serta mengarahkan mereka sesuai bakat dan minatnya.
Lanjutnya, Dukungan moral dan do'a dari suami dan nak anaknya, menjadi kekuatan utama dalam menapaki setiap langkah perjalanan hidupnya.
Dalam hal karier, berbagai jenjang telah ia lalui dengan penuh dedikasi, termasuk pengalaman sebagai wakil kepala sekolah. Meski demikian, ia tidak berhenti untuk terus berkembang.
Saat ini, ia memiliki harapan besar untuk terus berkontribusi dalam memajukan Yayasan Swadhipa, serta tetap menjadi guru yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Bagi Siti Maryatun, menjadi guru bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa. Ia percaya bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa yang perlu digali dan diarahkan dengan penuh kesabaran.
Dirinya pun masih memiliki mimpi, yang sngat ingin diwujudkan, " semoga bisa dimulai sebelum saya pensiun," Kata guru Kimia tersebut.
" Saya ingin sekali memulai untuk mewujutkan mimpi pendiri yayasan Swadhipa Natar, untuk membangun Universitas atau Perguruan tinggi, itu juga jadi mimpi saya, saya tidak tau berapa lama mimpi itu bisa di wujudkan, tapi saya ingin sekali menjadi orang yang mengawalinya, dengan dukungan dari tim didalam yayasan ini saya yakin bisa dimulai dalam tahun ini, " Ungkapnya nampak yakin.
Dengan moto hidupnya,
“Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda,”
ia terus melangkah, menyalakan cahaya harapan bagi generasi masa depan.
(Penulis : Tri Wahyudi )
Biodata Singkat
Nama: Siti Maryatun, S.Pd
Alamat: Desa Bumi Sari, Kecamatan Natar
Moto: Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda





