Bandar Lampung – Inovasi kemandirian warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat internasional. Produk olahan sabut kelapa berkualitas tinggi hasil karya dari program kegiatan kerja warga binaan kembali menembus pasar ekspor dan diberangkatkan secara langsung menuju Jepang. Kegiatan produksi yang bernilai ekonomi tinggi ini berhasil terlaksana berkat adanya ikatan kerja sama strategis yang terjalin erat antara institusi dengan Perseroan Terbatas Coir Indonesia Global.
Keberhasilan program pembinaan kemandirian berkelanjutan ini dibuktikan dengan pelepasan 1500 paket olahan sabut kelapa. Seluruh produk unggulan tersebut dipersiapkan dengan sangat saksama dan diberangkatkan menggunakan 2 unit kontainer pengiriman. Pencapaian luar biasa ini menegaskan bahwa kualitas produk hasil karya tangan warga binaan di dalam area pembinaan mampu bersaing dan memenuhi standar ketat pasar internasional secara konsisten.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung, Ike Rahmawati, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas keberhasilan pengiriman produk unggulan ini. Pimpinan institusi memastikan bahwa program produktif yang memberdayakan keterampilan warga binaan tersebut akan terus mendapat dukungan penuh agar kapasitas produksinya semakin berkembang pesat di masa depan.
Pencapaian ekspor berkelanjutan ini menjadi bukti nyata bahwa masa pidana bukan sebuah halangan untuk terus berkarya secara produktif. Melalui pembinaan keterampilan yang tepat sasaran serta dukungan kolaborasi bersama mitra profesional, para warga binaan terbukti tangguh dalam menghasilkan produk bernilai jual tinggi yang turut membawa nama baik institusi di kancah global.





