Muara Tebo — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Tebo mengikuti kegiatan Focused Group Discussion (FGD) bertema “Pemanfaatan Lahan Idle untuk Mendukung Ketahanan Pangan” yang diselenggarakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia secara virtual, Selasa (23/6). Kegiatan tersebut diikuti oleh petugas Lapas Muara Tebo dari Aula Lapas Muara Tebo melalui aplikasi Zoom Meeting.
FGD ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut hasil kajian implementasi 13 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang dilakukan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Kegiatan tersebut bertujuan menggali berbagai strategi dan inovasi dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang belum digunakan secara maksimal guna mendukung ketahanan pangan nasional serta meningkatkan produktivitas di lingkungan satuan kerja pemasyarakatan.
Dalam pelaksanaannya, FGD menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang berasal dari unsur akademisi, pemerintah, legislatif, media, dan praktisi. Berbagai materi dan diskusi yang disampaikan berfokus pada pemetaan potensi lahan, pengembangan sektor pertanian produktif, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan lahan idle sebagai sumber pangan yang berkelanjutan.
Melalui forum tersebut, peserta juga diberikan kesempatan untuk bertukar gagasan dan pengalaman terkait pengelolaan lahan produktif yang telah diterapkan di masing-masing satuan kerja. Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Keikutsertaan Lapas Muara Tebo dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia di lingkungan Lapas Muara Tebo melalui berbagai program pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan bagi warga binaan.





