Serang – Tim Periset Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) melakukan audiensi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten pada Senin (8/6/2026) dalam rangka penguatan pelaksanaan riset pemberdayaan masyarakat pesisir di Provinsi Banten.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari rangkaian penelitian yang berfokus pada pengembangan ekonomi biru dan pemberdayaan masyarakat pesisir sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan.
Tim peneliti dipimpin oleh Dr. Hanif selaku ketua tim, bersama anggota Agus Kurniawan, Dimas Pratomo, dan Dr. Suhendar. Dalam kunjungan tersebut, rombongan diterima oleh Yudi Heriawan, S.Pi., M.Si. selaku Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten serta Mugni H. Laqoni, S.H., M.M. bersama jajaran DKP Provinsi Banten.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah. Berbagai isu strategis terkait pembangunan kawasan pesisir, peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan, serta implementasi konsep ekonomi biru menjadi fokus pembahasan dalam audiensi tersebut.
Ketua tim peneliti, Dr. Hanif, menjelaskan bahwa penelitian yang sedang dilaksanakan bertujuan menghasilkan model pemberdayaan masyarakat pesisir yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan. Menurutnya, Provinsi Banten memiliki posisi strategis sebagai wilayah pesisir yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor kelautan, perikanan, dan ekonomi berbasis sumber daya pesisir.
“Pembangunan kawasan pesisir memerlukan kolaborasi multipihak. Perguruan tinggi memiliki peran dalam menghasilkan rekomendasi berbasis riset, sementara pemerintah daerah memiliki pengalaman dan data lapangan yang sangat penting untuk memastikan program pemberdayaan berjalan efektif,” ujarnya.
Salah satu agenda penting dalam audiensi tersebut adalah penyampaian rencana pelaksanaan Training of Trainers (TOT) dan Focus Group Discussion (FGD) mengenai Ekonomi Biru (Blue Economy) yang akan dilaksanakan di kawasan pesisir Provinsi Banten. Kegiatan tersebut dirancang sebagai forum peningkatan kapasitas masyarakat, pemerintah daerah, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pembangunan kawasan pesisir.
Dalam kesempatan tersebut, Tim Periset FEBI UIN Raden Intan Lampung juga menyampaikan harapan agar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, Dr. Agus Supriyadi, S.Sos., M.Si dapat berkenan hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan TOT dan FGD Ekonomi Biru yang akan diselenggarakan dalam rangkaian penelitian tersebut. Kehadiran Kepala DKP dinilai penting untuk memberikan perspektif kebijakan sekaligus memperkuat sinergi antara hasil penelitian akademik dan implementasi program pembangunan daerah.
Selain membahas agenda TOT dan FGD, kedua belah pihak juga mendiskusikan peluang penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FEBI UIN Raden Intan Lampung dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten. Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi landasan bagi pelaksanaan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pelatihan, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat pesisir yang berkelanjutan di masa mendatang.
Sekretaris DKP Provinsi Banten, Yudi Heriawan, menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh tim peneliti FEBI UIN Raden Intan Lampung. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah sangat penting dalam menghasilkan inovasi dan rekomendasi kebijakan yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
Penelitian ini memperoleh dukungan pendanaan dari Program MORA The AIR Funds Kementerian Agama Republik Indonesia yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong lahirnya penelitian-penelitian strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Melalui audiensi ini, Tim Periset FEBI UIN Raden Intan Lampung berharap dapat memperkuat jejaring kolaborasi dengan DKP Provinsi Banten sekaligus menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif dalam mendukung pembangunan ekonomi biru dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Dengan sinergi yang kuat antara akademisi dan pemerintah, diharapkan kawasan pesisir Banten dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (Jo Bdl)





