Alfan Rois, Satu Tahun Nanda-Anton, Tokoh Pemuda Pesawaran Apresiasi Langkah Percepatan Pembangunan yang Lebih Berdampak

Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Alfan Rois, Satu Tahun Nanda-Anton, Tokoh Pemuda Pesawaran Apresiasi Langkah Percepatan Pembangunan yang Lebih Berdampak

Kamis, Agustus 27, 2026 | 20:31 WIB 0 Views Last Updated 2026-08-27T13:32:02Z

PESAWARAN — Satu tahun perjalanan kepemimpinan Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. dan Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, S.H., dinilai telah meletakkan sejumlah fondasi penting bagi arah pembangunan Kabupaten Pesawaran.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pesawaran diharapkan mampu mempercepat berbagai program prioritas, memperluas pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa, serta memastikan setiap kebijakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan tokoh pemuda Pesawaran, Alfan Rois, S.A.P., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua KNPI Kabupaten Pesawaran, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran, serta Sekretaris Apindo, Kamis (27/8/2026).

Menurut Alfan, satu tahun pertama merupakan fase penting bagi sebuah pemerintahan untuk membangun fondasi, menyusun arah kebijakan, sekaligus menerjemahkan visi Pesawaran Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif dan Produktif (CAKEP) ke dalam program yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kalau kita melihat satu tahun perjalanan Nanda-Anton, tentu ada capaian yang patut diapresiasi dan masih ada pekerjaan rumah yang harus kita dorong bersama. Yang paling penting, fondasi yang sudah dibangun harus dilanjutkan secara konsisten agar manfaat pembangunan semakin nyata dirasakan masyarakat,” ujar Alfan.

Ia menilai sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh. Pertumbuhan ekonomi, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, pengendalian inflasi, serta pembangunan di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat dinilai sebagai bagian dari proses pembangunan yang perlu terus dikawal.

Namun, Alfan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari angka dan laporan program pemerintah.

Menurutnya, ukuran paling penting adalah seberapa jauh kebijakan tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi harus terasa sampai masyarakat bawah. Infrastruktur harus benar-benar memperlancar aktivitas warga dan distribusi hasil produksi. Program pendidikan dan pelatihan juga harus membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk masuk ke dunia kerja maupun dunia usaha,” katanya.

 Sebagai tokoh pemuda, Alfan memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan ruang partisipasi generasi muda di Pesawaran.

Menurutnya, bonus demografi harus dipandang sebagai peluang besar bagi daerah untuk melahirkan generasi produktif yang mampu menjadi penggerak pembangunan.

“Pemuda jangan hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan, tetapi harus menjadi subjek pembangunan. Anak-anak muda Pesawaran memiliki gagasan, kreativitas dan kemampuan. Pemerintah daerah perlu terus membuka ruang kolaborasi agar potensi tersebut bisa menjadi kekuatan ekonomi dan sosial daerah,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam mengembangkan berbagai potensi lokal, khususnya sektor pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif dan potensi desa.

Pesawaran, kata dia, memiliki modal besar berupa kekayaan alam, kawasan pesisir dan kepulauan, pertanian, perikanan serta potensi ekonomi masyarakat yang tersebar di berbagai wilayah.

“Pesawaran tidak kekurangan potensi. Tantangannya adalah bagaimana potensi itu dikelola secara terintegrasi, dipromosikan dengan baik dan mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat lokal,” jelasnya.

Menurut Alfan, sektor pariwisata misalnya, tidak boleh hanya berbicara mengenai destinasi wisata. Pengembangan pariwisata harus mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang melibatkan UMKM, pelaku ekonomi kreatif, nelayan, petani hingga masyarakat desa.

Dengan demikian, pertumbuhan sektor pariwisata dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara luas.


Di sektor infrastruktur, Alfan berharap berbagai upaya penanganan jalan dan peningkatan konektivitas antarwilayah dapat terus dipercepat serta dilakukan secara berkelanjutan.

Menurutnya, infrastruktur yang baik memiliki dampak berantai terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat.

“Jalan yang baik akan menggerakkan banyak hal. Akses pendidikan menjadi lebih mudah, pelayanan kesehatan lebih cepat, hasil pertanian dan perikanan lebih mudah dipasarkan, dan mobilitas masyarakat semakin baik. Karena itu, pembangunan infrastruktur harus menjadi salah satu perhatian utama,” tegasnya.

Ia berharap pembangunan tidak hanya terpusat pada wilayah tertentu, tetapi dapat dirasakan secara merata hingga desa-desa.

Pemerataan pembangunan dinilai penting agar seluruh masyarakat Pesawaran memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraannya.

Di sisi tata kelola pemerintahan, Alfan turut mengapresiasi keberhasilan Kabupaten Pesawaran mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk kesepuluh kalinya secara berturut-turut.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan prestasi yang patut diapresiasi sekaligus menjadi tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas pemerintahan.

“WTP tentu menjadi capaian yang patut diapresiasi. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana tata kelola pemerintahan yang baik itu benar-benar berujung pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan manfaat pembangunan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan Nanda-Anton, Alfan berharap pemerintah daerah semakin memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan, pelaku usaha, akademisi, tokoh masyarakat hingga kelompok masyarakat lainnya.

Ia menilai pembangunan daerah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah.

“Pemerintah memiliki kewenangan dan kebijakan, masyarakat memiliki energi dan partisipasi, sementara pemuda memiliki kreativitas dan gagasan. Kalau semua kekuatan ini disatukan, saya optimistis daya saing Pesawaran akan semakin kuat,” katanya.

Alfan juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan kritik dan masukan secara konstruktif terhadap jalannya pemerintahan.

Menurutnya, dukungan terhadap pemerintah tidak berarti harus menghilangkan fungsi kontrol masyarakat.

“Dukungan terhadap pemerintah bukan berarti tanpa kritik. Justru kritik dan masukan yang konstruktif diperlukan agar kebijakan semakin tepat sasaran. Kita ingin Nanda-Anton sukses memimpin Pesawaran dan mampu meninggalkan fondasi pembangunan yang kuat untuk generasi berikutnya,” pungkasnya.

Ia berharap momentum satu tahun kepemimpinan Nanda-Anton tidak hanya menjadi ajang melihat kembali capaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi titik evaluasi untuk menentukan langkah yang lebih besar ke depan.

“Tahun kedua harus menjadi momentum percepatan. Program yang sudah baik harus diperkuat, yang belum maksimal harus dievaluasi, dan pembangunan harus semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Alfan menegaskan, masa depan Pesawaran sangat bergantung pada kemampuan seluruh elemen daerah untuk bersinergi dan mengubah potensi yang dimiliki menjadi kekuatan nyata.

“Refleksi satu tahun ini bukan sekadar melihat apa yang sudah dilakukan, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk menentukan apa yang harus diperkuat ke depan. Pesawaran harus terus bergerak menjadi daerah yang semakin CAKEP, mandiri, produktif dan memiliki daya saing,” tutup Alfan. (Tri)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Alfan Rois, Satu Tahun Nanda-Anton, Tokoh Pemuda Pesawaran Apresiasi Langkah Percepatan Pembangunan yang Lebih Berdampak

Trending Now

Iklan

iklan