Heboh! Oknum Kepala Pekon Banjar Negeri Diduga Akui Perbuatan Dalam Rembuk Keluarga, Korban Siap Tempuh Jalur Hukum

Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Heboh! Oknum Kepala Pekon Banjar Negeri Diduga Akui Perbuatan Dalam Rembuk Keluarga, Korban Siap Tempuh Jalur Hukum

Minggu, Agustus 09, 2026 | 14:52 WIB 0 Views Last Updated 2026-08-09T07:52:42Z

TANGGAMUS, LAMPUNG – MEDIA SUARA LAMPUNG COM  -- Warga Pekon Banjar Negeri, Kecamatan Gunung Alif, Kabupaten Tanggamus, digegerkan dengan dugaan kasus pelecehan yang diduga melibatkan oknum Kepala Pekon berinisial CR.

Seorang warga berinisial AN mengaku menjadi korban dugaan pelecehan yang terjadi di kediamannya sendiri pada Jumat, 24 Juli 2026 sekitar pukul 08.00 WIB.

Menurut pengakuan AN, saat itu CR datang ke rumahnya dengan alasan hendak membeli AQ. Namun, AN mengaku justru mengalami tindakan yang membuat dirinya merasa dilecehkan.

“Dia datang ke rumah saya mau beli AQ. Saya tidak menyangka. Saya diraba dan dicium bibirnya. Saya malu sekali,” ujar AN.9 Agustus 2026.

Disebut Mengakui Saat Rembuk Keluarga
Pasca kejadian, keluarga AN kemudian mengundang CR untuk melakukan pertemuan atau rembuk secara kekeluargaan guna membahas persoalan tersebut.

Dalam pertemuan itu, CR disebut-sebut mengakui perbuatannya. Menurut keterangan sumber, pernyataan tersebut disaksikan oleh sejumlah pihak, di antaranya Dodoi Tri Pamuka, yang disebut sebagai adik kandung CR, Izet Saripudin, Ernawati selaku keluarga AN, serta Ketua BHP dan Kadus setempat.

“Semua yang hadir dengar sendiri CR mengaku. Tapi waktu itu CR melarang rembuk direkam menggunakan HP,” ungkap sumber yang mengaku hadir dalam pertemuan tersebut.

Meski telah dilakukan rembuk secara kekeluargaan, persoalan tersebut disebut belum menemukan titik penyelesaian. Mediasi yang kemudian dilakukan di Balai Pekon juga dikabarkan tidak menghasilkan kesepakatan.

AN bersama keluarganya menyatakan akan mempertimbangkan menempuh jalur hukum apabila persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kalau secara kekeluargaan tidak selesai, saya akan tempuh jalur hukum. Harga diri saya sudah diinjak,” tegas AN.

Hak Jawab dan Konfirmasi Belum Mendapat Respons Sebagai bentuk keberimbangan dalam pemberitaan, MEDIA SUARA LAMPUNG COM telah berupaya menghubungi CR melalui pesan WhatsApp untuk meminta konfirmasi dan hak jawab terkait dugaan yang disampaikan oleh AN.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, pesan konfirmasi tersebut belum mendapatkan respons atau tanggapan dari CR.

MEDIA suara  Lampung.COM menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan tersebut bersumber dari keterangan korban dan sumber yang ditemui. Pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menghakimi atau menyatakan seseorang bersalah sebelum adanya proses dan keputusan hukum yang berkekuatan hukum tetap.

Media tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan prinsip keberimbangan, serta membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada CR maupun pihak-pihak terkait.

Jika persoalan tersebut dilaporkan kepada aparat penegak hukum, diharapkan prosesnya dapat dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap memperhatikan perlindungan serta hak-hak korban.(Apriyadi) 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Heboh! Oknum Kepala Pekon Banjar Negeri Diduga Akui Perbuatan Dalam Rembuk Keluarga, Korban Siap Tempuh Jalur Hukum

Trending Now

Iklan

iklan