METRO — Suasana Wisata Dam Raman, Kecamatan Metro Utara, RW 08, semakin mendapat sentuhan penataan. Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKL-PPM) Universitas Malahayati Kelompok 39 turut mengambil bagian dalam pengembangan kawasan wisata tersebut melalui sejumlah program kerja yang dilaksanakan pada Senin, 17 Agustus 2026.
Kegiatan pengembangan wisata ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya mendorong terciptanya kawasan wisata yang lebih bersih, tertata, informatif, dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKL-PPM Kelompok 39 mengerjakan sejumlah fasilitas pendukung wisata, di antaranya pembuatan plang selamat datang, penyediaan tong sampah, serta pembuatan dan pemasangan banner untuk mendukung promosi jajanan dan minuman milik masyarakat sekitar.
Kehadiran plang selamat datang diharapkan dapat memberikan identitas yang lebih kuat bagi kawasan Wisata Dam Raman. Selain menjadi penanda bagi pengunjung, keberadaan plang tersebut juga memberikan kesan awal yang lebih menarik ketika wisatawan memasuki kawasan wisata.
Tidak hanya mempercantik tampilan kawasan, perhatian mahasiswa juga diarahkan pada persoalan kebersihan. Sejumlah tong sampah ditempatkan di titik-titik strategis sebagai fasilitas pendukung agar pengunjung lebih mudah membuang sampah pada tempatnya.
Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan kawasan wisata. Sebab, lingkungan yang bersih menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kenyamanan bagi pengunjung sekaligus menjaga daya tarik wisata dalam jangka panjang.
Di sisi lain, mahasiswa juga memberikan perhatian terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Pembuatan dan pemasangan banner untuk jajanan serta minuman menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal yang berjualan di kawasan Wisata Dam Raman.
Dengan adanya media informasi tersebut, pengunjung diharapkan lebih mudah mengetahui berbagai makanan dan minuman yang tersedia. Secara tidak langsung, langkah ini juga diharapkan dapat membantu memperkenalkan produk masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha di sekitar kawasan wisata.
Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa bersama masyarakat terlibat langsung mulai dari mempersiapkan bahan dan perlengkapan, membuat fasilitas, hingga melakukan pemasangan di lokasi yang telah ditentukan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana kebersamaan dan mendapat respons positif dari masyarakat sekitar.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kami untuk ikut berkontribusi dalam menjaga kebersihan dan meningkatkan daya tarik Wisata Dam Raman. Kami berharap fasilitas yang telah dibuat dapat dimanfaatkan dan dijaga bersama sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pengunjung,” ungkap salah satu mahasiswa KKL-PPM Kelompok 39.
Ketua Kelompok KKL-PPM Kelompok 39, Genial Alhafizhy Sudrajat, mengatakan program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kawasan wisata dan masyarakat.
“Melalui program kerja ini, kami berharap kawasan Wisata Dam Raman, khususnya wilayah RW 08, dapat menjadi lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung. Selain itu, adanya banner untuk jajanan dan minuman diharapkan dapat membantu masyarakat sekitar dalam memperkenalkan dan mengembangkan usaha mereka,” ujarnya.
Sementara itu, kegiatan tersebut berada di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan, Dary Ies Shabrina, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Bagi mahasiswa, kegiatan di Wisata Dam Raman bukan sekadar menjalankan program KKL-PPM. Kehadiran mereka juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Pengembangan kawasan wisata sendiri tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Kebersihan, kenyamanan, informasi bagi pengunjung, serta keberadaan usaha masyarakat menjadi bagian penting yang saling berkaitan dalam membangun destinasi wisata yang menarik.
Melalui kolaborasi mahasiswa dan masyarakat, Wisata Dam Raman diharapkan dapat terus berkembang secara bertahap. Penataan lingkungan dan dukungan terhadap usaha masyarakat menjadi langkah awal untuk menciptakan kawasan wisata yang tidak hanya nyaman dikunjungi, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Dengan semangat gotong royong, Dam Raman bukan hanya menjadi tempat untuk menikmati suasana wisata, tetapi juga menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk menjaga lingkungan, mengembangkan usaha, dan membangun potensi wisata secara berkelanjutan. (Rls/Tri)





