Sepenggal Cerita Pelaku Usaha di Punggur, Mitra Binaan Pertamina yang Makin Semangat Jalankan Usahanya

Sepenggal Cerita Pelaku Usaha di Punggur, Mitra Binaan Pertamina yang Makin Semangat Jalankan Usahanya

Suaralampung.com, Bandarlampung-

Senyum Titi mulai merekah setelah dirinya menandatangani Surat Perjanjian Pinjaman Uang (SPPU) Program Kemitraan (PK) Pertamina. Dia adalah 1 dari 106 pelaku usaha di wilayah Punggur yang resmi menjadi mitra binaan Pertamina melalui Program Kemitraan hari ini. Titi akan mulai mengembangkan usahanya melalui bantuan permodalan yang mereka ajukan.

"Sangat bersyukur bisa bergabung. Setelah menimang-nimang dan mendengar ada program ini saya sangat tertarik. Rencananya akan saya belikan sapi untuk mengembangkan usaha ternak saya," kata Titi.

Terlepas dari seluruh pelaku usaha yang resmi menjadi mitra binaan, ada dua (2) raut wajah yang sudah tidak asing muncul diantara banyaknya mitra binaan Pertamina. Mereka adalah Tusia, peternak sapi yang masuk dalam anggota kelompok Sekar Kantil Desa Astomulyo dan Maryani, produsen makanan ringan dari bahan dasar marimar yang masuk dalam anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Merpati Sidomulyo, Punggur, Lampung Tengah. Mereka berdua, adalah mitra binaan Pertamina yang telah menikmati dan memanfaatkan permodalan yang mereka dapatkan.

Makin 'telaten' merawat sapi

Siapa sangka, pengajuan permodalan yang diusulkan Tusia melalui kelompoknya kini terealisasi dengan ditandatanganinya Surat Perjanjian Pinjaman Uang (SPPU) dengan Pertamina. Kini, Tusia mendapatkan amanah untuk merawat dan memelihara 15 ekor sapi tambahan yang akan bernaung di peternakan miliknya.

"Ada 15 anggota baru yang siap saya rawat dengan baik, berikan asupan terbaik, dan tidak lupa diberikan kasih sayang. Merawat sapi itu tidak semudah yang dilihat, tapi buat saya asal diniatkan, hal itu bukanlah sesuatu yang berat untuk dijalankan. Apalagi, 15 sapi ini adalah amanah yang saya terima melalui Program Kemitraan, tentu saja saya akan berkomitmen untuk memanfaatkaannya dengan baik," kata Tusia, sumringah tersenyum menjelaskan. 

Tusia adalah generasi ketiga dalam melanjutkan usaha keluarganya beternak sapi. Tusia merawat sapi untuk berbagai kebutuhan, baik untuk dijual kembali ataupun dikembangbiakan. Suka duka Tusia dalam merawat sapi sudah tidak perlu dipertanyakan, namun semangat juang dirinya bersama peternak lain di kelompoknya terus mendorong mereka untuk memberikan yang terbaik bagi sapi-sapi ini, agar kemudian dapat bermanfaat bagi mereka, masyarakat, maupun daerahnya. 

"Sudah menjadi tanggung jawab kami untuk memberikan yang terbaik dalam merawat sapi-sapi ini. Dan betapa bangganya kami kelompok peternak Sekar Kantil dan kelompok lainnya dalam menjalankan apa yang kami lakukan. Semoga melalui Program Kemitraan ini, usaha kami akan terus membaik, memberikan manfaat, dan mendukung perekonomian keluarga, kelompok, dan masyarakat," ujarnya.

Kenalkan makanan ringan Merk Marimar

Menekuni usahanya sejak tahun 2006, Maryani adalah salah satu pelaku usaha yang sudah merasakan manfaat menjadi mitra binaan Pertamina. Sejak tahun 2019 lalu, Maryani sudah menggunakan bantuan permodalan untuk mengembangkan usahanya, yakni keripik tempe, olahan kue kering, dan olahan kue basah bermerk Marimar yang telah menghiasi toko-toko di wilayah Punggur.

"Keterbatasan kami adalah omset dengan margin yang tidak terlalu besar, sehingga tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mengembangkan usaha kami. Syukurnya, setelah menjadi mitra binaan, ada peningkatan pendapatan sehingga bisa memutar modal dan melakukan pengembangan usaha yang kami jalankan," ujar Maryani. 

Masih teringat jelas dalam ingatannya ketika dia harus mengantarkan produknya bolak balik ke toko menggunakan sepeda motor. Namun, pengalaman itulah yang terus menjadi penyemangatnya dalam menjalankan usahanya. "Namanya usaha, harus konsisten dan disiplin, jangan pantang menyerah. Ketika mendapatkan kemudahan, manfaatkan secara tepat, mudah-mudahan, usaha yang kita lakukan pasti akan berkembang," kata Maryani melanjutkan ceritanya.

Kini, Maryani bisa berbangga dengan jerih payahnya. Setiap bulannya Maryani bisa menghasilkan 1000 bungkus makanan ringan untuk dikirim dan dijual kembali di toko, menggunakan mobil yang sudah bisa dirinya beli untuk membawa seluruh produknya. (*)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sepenggal Cerita Pelaku Usaha di Punggur, Mitra Binaan Pertamina yang Makin Semangat Jalankan Usahanya"

Posting Komentar