Suaralampung.com. Persimpangan Jalan Ryacudu dan Pulau Damar Butuh Traffic light atau lampu merah. Pasalnya jalan tersebut sudah sangat semerawut setiap hari terlebih saat jam kerja dan jam pulang kerja.
Seperti dikatakan Anwar seorang penggunajalan, menurut keterangannya bahwa Jalan empat penjuru tersebut sangat padat, terkadang petugas dibuat repot dengan pengguna jalan yang selalu menyerobot, padahal jalan Ryacudu dan Pulau Damar tersebut, sudah masuk kreteria untuk di pasang rambu-rambu lalulintas, berupa lampu merah.
![]() |
Persimpangan Jalan Ryacudu dan Pulau Damar |
"Untung saja masih ada DLAJ dan Polisi Lalu Lintas (Polantas) serta Satuan Polisi Pamong Praja (PolPP) yang membantu kelancaran jalan tersebut," katanya Selasa (7/3).
Haltersebut menganut acuan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah, terkait aturan sebuah persimpangan atau jalan yang telah layak diberifasilitas Lampumerah.
Dibawah ini redaksi coba uraikan aturannya yang bersumber dari laman web pihak yang berwenang.
- Arus minimal lalu lintas yang menggunakan rata-rata diatas 750 kendaraan perjam selama 8 jam dalam sehari.
- Bila waktu menunggu atau tundaan rata-rata kendaraan di persimpangan telah melampaui 30 detik.
- Persimpangan digunakan oleh rata-rata lebih dari 175 pejalan kaki perjam, selama 8 jam dalam sehari.
- Sering terjadi kecelakaan pada persimpangan yang bersangkutan
- Merupakan kombinasi darisebab-sebab yang disebutkan di atas.
Artinya bila membaca aturan diatas bukankah jalan Ryacudu dan Pulau Damar telah sangat layak di beri fasilitas Lampu merah demi kebaikan sesama, semoga saja cepat terealisasi.(Kontributor Suaralampung Yues Anwar).