Wakil Walikota Metro Jhohan Minta Baperjakat Harus Selektif

Wakil Walikota Metro Jhohan Minta Baperjakat Harus Selektif

Wakil Wali Kota Djohan 

Suaralampung.Com.
METRO - Wakil Wali Kota Djohan meminta Asisten sebagai bagian dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Keoangkatan (Baperjakat) melakukan koreksi dan evaluasi.

"Itu juga menjadi kekhawatiran kami. Gimana mau mengelola keuangan jika tidak bisa komputer. Jadi nanti Asisten dan Baperjakat untuk selektif menempatkan pegawai di kelurahan," bebernya beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, Pemkot sepakat agar pengelolaan keuangan di kelurahan bisa berjalan sesuai aturan dan tidak menyalahi mekanisme yang ada. Karenanya, memang harus ditempati oleh pegawai yang paham dan profesional.

Kelola Anggaran Rp 1,5 Miliar, SDM Kelurahan di Kota Metro Mesti Melek Teknologi

DPRD meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melakukan peningkatan Sumber Daya Manusia di kantor kecamatan dan kelurahan setempat.

Ketua Komisi I DPRD Metro Basukimengatakan, tahun ini anggaran yang dikucurkan ke kelurahan sangat besar. Sehingga membutuhkan tenaga atau SDM yang profesional dan paham aturan maupun teknologi.

"Jadi, kalau ada pegawai di kelurahan yang enggak ngerti komputer, dimutasikan saja. Kita khawatir, pekerjaan nanti tidak tergarap dengan baik dan benar. Apalagi kalau enggak profesional, itu berpotensi terjadi penyelewengan," bebernya, Rabu (12/2).

Dijelaskannya, anggaran tahun 2020 yang dikucurkan untuk kelurahan nilainya mencapai Rp 1,5 miliar.

Tidak sedikit dan membutuhkan pegawai yang mumpuni untuk melakukan, mengelola anggaran yang sebagian besar merupakan dana bantuan APBN dengan baik.

Keterangan Gambar : Ketua Komisi I DPRD Metro Basuki 

Sementara anggota Komisi I DPRD Wasis Riyadi mengakui, jika pengelolaan anggaran di kelurahan sangat lemah.

Ini dilihat dari pengalaman saat masih mengelola anggaran ratusan ribu hingga jutaan. Karena kemampuan SDM masih sangat kurang.

"Bahkan ada yang tidak sama sekali mengerti komputer. Itu ada. Apalagi sekarang. Ini miliaran loh anggarannya. Jadi kita minta ada pelatihan dan pendampingan," beber mantan PNS yang pernah menjabat lurah dan camat di Kota Metro itu.


Karenanya, Komisi I mendukung adanya mutasi dan pelatihan bagi pegawai kelurahan. Sehingga program untuk percepatan pembangunan di masing-masing kelurahan berjalan maksimal.

Sebelumnya, terkait pembangunan fisik, Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mengalokasikan rencana pembangunan untuk Kantor Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Metro Selatan, sebesar Rp 3,5 miliar.

Pembangunan dilakukan menyusul rencana perluasan rumah sakit setempat. Mengingat Kantor Kelurahan Sumbersari yang berada bersebelahan dengan Rumah Sakit Umum Daerah Tipe D Sumbersari. (Rls/Kominfo Kota Metro)




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wakil Walikota Metro Jhohan Minta Baperjakat Harus Selektif"

Posting Komentar