Karantina Pertanian Lampung Bimbing Pecinta Tanaman Hias di Pekalongan ke Pasar Internasional

Karantina Pertanian Lampung Bimbing Pecinta Tanaman Hias di Pekalongan ke Pasar Internasional

Suaralampung.com, BandarLampung - 

Seolah tak surut, pecinta tanaman hias semakin bertambah. Setelah puas membanjiri pasar lokal, kali ini Karantina Pertanian Lampung menggiring pengusaha tanaman hias asal Pekalongan-Lampung Timur ke Pasar Internasional. Dengan harapan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi langsung dari desa. 

Rabu (9/06), Karantina Pertanian Lampung menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pada kelompok tani Agro Nata Tani di Pekalongan - Kabupaten Lampung Timur. Tujuannya yaitu membekali masyarakat dengan prosedur dan tata cara ekspor tanaman hias ke Mancanegara. Berbagai peraturan dan persyaratan dari beberapa negara tujuan ekspor disampaikan oleh perwakilan dari Karantina Pertanian Lampung.

Karantina menghadirkan Andri Safrizal, petani tanaman hias yang telah berhasil membawa tanaman hiasnya ke Pasar Internasional. Dia berbagi pengalaman bagaimana awal mula bisa membawa tanaman hiasnya ke Pasar Internasional melalui online. Andi menjelaskan peran Karantina Pertanian Lampung dalam membimbingnya hingga berhasil ekspor ke luar negeri. Hal ini Andri lakukan untuk menumbuhkan semangat petani tanaman hias yang mengikuti Bimtek ini. 

Muh. Jumadh, Kepala Karantina Pertanian Lampung menyampaikan, "Saat ini hambatan ekspor tanaman hias dari Indonesia adalah tanaman harus bebas dari organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang dipersyaratkan oleh negara tujuan. Hal inilah yang menyebabkan kami mengambil keputusan dalam mendorong petani tanaman hias agar melaksanakan mitigasi OPT. Mitigasi OPT sendiri adalah tindakan yang dilakukan untuk mengurangi risiko terbawanya OPT pada komoditas ekspor."

Ika Nurlinawati, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Lampung Timur yang turut hadir dalam kegiatan ini memyampaikan, "Kami dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mendukung penuh program dari Kementerian Pertanian (Kementan) dalam upaya medorong ekspor produk pertanian langsung dari Lampung. 

Apresiasi kami sampaikan untuk Karantina Pertanian Lampung yang terus bersinergi untuk memajukan pertanian di kecamatan Pekalongan ini. "Kedepannya Karantina Pertanian Lampung akan mendampingi kelompok tani Agro Nata Tani ini untuk penerapan standar oprasional prosedur (SOP) dalam mitigasi OPT di lahan pertanamannya," tambah Jumadh. (Red)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Karantina Pertanian Lampung Bimbing Pecinta Tanaman Hias di Pekalongan ke Pasar Internasional"

Posting Komentar