Meminta Maaf Kepada Korban dan Nakes se-Indonesia, Keluarga Tersangka Pengeroyokan Nakes Menangis dan Mengaku Khilaf
Lapax Theme

Meminta Maaf Kepada Korban dan Nakes se-Indonesia, Keluarga Tersangka Pengeroyokan Nakes Menangis dan Mengaku Khilaf

Suaralampung.com, Bandarlampung - 

Keluarga pelaku pengeroyokan Tenaga Kesehatan (Nakes) di Puskesmas Kedaton, Bandarlampung, meminta maaf kepada korban atas kekhilafan anak nya. "Saya ibu dari Awang mewakili lainnya sangat meminta maaf atas perbuatan anak saya. Sejujurnya ini adalah kekhilafan anak saya," kata ibu tersangka A, Ana Yuliana di Bandarlampung sambil menangis dihadapan awak media, Selasa (03/08)

Menurut dia, perbuatan anak nya tersebut adalah ketidak sengajaan lantaran panik dengan kondisi ayah nya yang sedang dalam perawatan dan sangat membutuhkan oksigen. "Saya berani sumpah bahwa perbuatan anak saya ini tidak disengaja. Anak mana yang tidak panik melihat ayah nya sedang keritis dan membutuhkan oksigen," kata dia.

Selain meminta maaf kepada korban beserta keluarganya, ibu tersangka A juga memohon maaf kepada seluruh perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). "Kami mohon maaf juga kepada Nakes se-Indonesia. Kami tidak ada maksud menghina atau pun yang lain karena ini ketidaksengajaan dan kepanikan anak saya," kata dia lagi.

Sebelumnya, Polresta Bandarlampung telah menetapkan tiga tersangka pelaku pengeroyokan tenaga kesehatan di Puskesmas Kedaton, Bandarlampung pada beberapa waktu lalu. Penetapan tersangka terhadap A, NV, dan DD tersebut berdasarkan hasil gelar perkara oleh penyidik Polresta Bandarlampung.

Dengan alat bukti seperti video yang viral di media sosial serta barang bukti lainnya, yakni kacamata serta batu yang tertinggal di lokasiKetiga tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 170 KUHPidana tentang penganiayaan dengan ancaman kurungan penjara selama tujuh tahun. (Tik)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Meminta Maaf Kepada Korban dan Nakes se-Indonesia, Keluarga Tersangka Pengeroyokan Nakes Menangis dan Mengaku Khilaf"

Posting Komentar