Dugaan Permasalahan Pembangunan Jaringan Irigasi Way Tulung Buho Tubaba Makin Meluas
Lapax Theme

Dugaan Permasalahan Pembangunan Jaringan Irigasi Way Tulung Buho Tubaba Makin Meluas



Suaralampung.com- Tubaba
Pembangunan Jaringan Irigasi Way Tulung Buho Kecamatan Lambu Kibang Kabupaten Tulang Bawang Barat yang di kerjakan Oleh CV. Aulia Akbar dengan nilai penawaran sebesar Rp 1.806.267.839 ,-miliar bersumber dari Dana alokasi khusus (DAK) Tahun 2021 dugaan sarat akan masalah, semakin meluas.

Hal tersebut, nampak terlihat dari kondisi tingkat kemiringan Jaringan Irigasi sawah yang diduga semakin meninggi dari pintu air tandon penampung sehingga Pembangunan Jaringan Irigasi Way Tulung Buho Tubaba yang di harapkan bertujuan guna memenuhi kebutuhan air untuk mengairi air persawahan diduga kurang maksimal. 

Bahkan, pada penggunaan beton bentuk U-Ditch dengan tipe 60x70x120 untuk jaringan Irigasi yang digunakan pihak CV. Aulia Akbar selaku pelaksana konstruksi diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi volume dimensi beton U-Ditch yang semestinya. Berdasarkan data spesifikasi dimensi beton jenis U-Ditch dengan tipe 60x70x120 yaitu, Tebal atas (Ta) 73 mm,  Lebar dalam (A) 594 mm, lebar luar (W) 740 mm, tinggi dalam (B) 700 mm, tinggi luar (H) 780 mm, leff (panjang) 1200 mm, berat 479 kg.

Sedangkan berdasarkan hasil dari penyelusuran dilapangan spesifikasi volume dimensi beton U-Ditchdengan tipe 60x70x120 yang terpasang, ketika diukur Tebal atas (Ta) 70 mm,  Lebar dalam (A) 520 mm, lebar luar (W) 660 mm, tinggi dalam (B) 630 mm, leff (panjang) 1150 mm, dilihat dari rincian spesifikasi volume dimensi beton U-Ditch diatas, sangat jelas sekali adanya dugaan pengurangan spesifikasi dimensi beton U-Ditch yang dilakukan CV. Aulia Akbar, yang dapat berdampak pada kerugian keuangan negar serta kualitas dari beton U-Ditch yang dipakai.

Selain itu kualitas dari beton U-Ditch memakai beton berkualitas K350, diduga kualitas beton yang dipakai untuk pembuatan beton U-Ditch yang dibuat atau dicetak sendiri oleh CV.Aulih Akbar dilokasi pekerjaan sangat diragukan, Pasalnya dari kualitas pasir, batu, air serta matrial lainya harus tepat dan benar, serta cara pengadukannya didalam mikser harus tepat waktu sehingga beton yang dihasilkan dapat sesuai dengan kwalitas yang diinginkan.

Selain itu dalam pelaksanaan pekerjaan penggalian aliran irigasi yang dikerjakan oleh pihak perusahan CV.Aula Akbar dengan menggunakan alat eksapator mini tersebut, disinyalir menggunakan BBM jenis solar bersubsidi, yang diambil dari kios - kios BBM milik warga di sekitar lokasi pekerjaan dengan haraga Rp 7.000  sampai dengan Rp 8.000 per liter.

Nasir salah seorang penjaga material milik CV.Aula Akbar di sekitar lokasi pekerjaan menjelaskan bahwa, penggunaan bahan bakar minyak (BBM) Solar untuk alat berat mereka merupakan solar bersubsidi yang di beli di kios milik warga setempat dengan melibatkan masyarakat sekitar.

"Kalau untuk belanja minyaknyak solarnya, Belinya jerigenan beli dikios dengan melibatkan masyarakat sekitar" kata dia.

Hal tersebut di benarkan pula oleh Edi. Sekretaris Tiyuh setempat bahwasanya penggunaan bahan bakar minyak (BBM) solar untuk alat berat merupakan BBM bersubsidi dengan melibatkan masyarakat sekitar.

Dirman selaku konsultan pengawas dari CV .Viramida konsultan saat dikonfirmasi diloksai pekerjaan mengatakan, semua pekerjaan ini semua sudah sesuai, untuk panjang saluran irigasi di sebelah Kiri STA 356 meter, sebelah kanan STA 268 meter, untuk kualitas beton  U-Ditch yang digunakan untuk saluran irigasi  yaitu beton K350, dengan tipe beton U-Ditch 60x70x120, dengan spesifikasi dimensi panjang 1,2 M, ketebalan beton 7 cm, kedalaman 60 cm, ujarnya.

Untuk beton U-Ditch yang digunakan dibuat sendiri dilokasi pekerjaan oleh piahak pelaksana, bukan beli dari pabrik, untuk kualitas betonya pun sudah sesuai, karna sudah dilakukan tes leb. Pasir yang digunakan diambil dari pasir gunung sugih, airnya sendiri diambil dari sumur warga, pengadukannya menggunakan mesin molen.

"Untuk beton U-Ditch dibuat sendiri oleh pihak pelaksana dilokasi pekerjaan, bukan beli dari pabrik. Kualitas betonya sudah dicek di leb dan sudah sesuai" ujarnya.

Dari keterangan Edi selaku Sekretaris Tiyuh Kibang Yekti Jaya di ruang kerjanya Kamis (7/10/2021), Edi mengatakan pembangunan irigasi tersebut merupakan ajuan proposal PemerintahTiyuh kepada Pemerintah Daerah pada tahun 2019, bukan tahun 2017, sambil menunjukan arsip copy proposal tersebut.

Lebih lanjut Edi menjelaskan untuk pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut sebanyak 15 Orang yang merupakan titipan Pemerintah Tiyuh dikarenakan pekerja tersebut merupakan pemilik lahan.

Terkait Dugaan Permasalahan Pembangunan Jaringan Irigasi Way Tulung Buho Tubaba. Kepala Dinas PUPR Tubaba Iwan Mursalin dan Wahyu Nyinang Kabid Pengairan belum berhasil di Konfirmasi, di datangi oleh Tim di Kantornya Kepala Dinas untuk dimintai keterangan Iwan Mursali tidak ada di Kantornya.(Medy/Tri)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dugaan Permasalahan Pembangunan Jaringan Irigasi Way Tulung Buho Tubaba Makin Meluas"

Posting Komentar