Bandar Lampung – Terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen PBPU Pemda di kelas III, nyatanya tidak mengurangi kualitas layanan yang dirasakan Muchlisin (68) saat ia berobat menghadapi penyakit tumor hidung.
Semua pelayanan dan manfaat yang didapatkan sama sekali tidak ada perbedaan dengan segmen kepesertaan lainnya. Bahkan dengan kelas yang lebih tinggi sekalipun, perbedaannya hanya terletak pada fasilitas ruang rawat inap saja.
Bagi Muchlisin, program ini bukan sekedar jaminan kesehatan biasa, melainkan penopang hidup yang sangat berarti, terutama bagi masyarakat sudah pensiun seperti dirinya.
"Alhamdulilah saya menjadi peserta JKN dengan segmen PBPU Pemda sudah berapa tahun terakhir ini. Selama menjadi peserta JKN ini, setiap kali saya gunakan untuk berobat saya tidak dikenakan biaya sepeser pun. Semua biaya pengobatan saya ditanggung oleh JKN," ujar Muchlisin.
Bagi dirinya, segmen PBPU Pemda menjadi penyelamat di tengah tantangan ekonomi yang tidak menentu. Iuran yang dibayarkan Pemda menjamin masyarakat kurang mampu tetap mendapat perlindungan kesehatan tanpa harus terbebani kewajiban membayar iuran setiap bulan.
“Dengan adanya PBPU Pemda ini, saya merasa sangat terbantu. Tidak ada pungutan biaya dan iurannya juga sudah dibayarkan oleh Pemda. Kalau jaminan ini sudah tidak ada lagi, saya dan masyarakat lain pasti akan merasa sedih karena layanan kesehatan yang selama ini gratis bisa jadi tidak ada lagi,” ungkapnya.
Muchlisin tak lupa menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Daerah yang dinilai sangat peduli terhadap warganya dengan terus menyediakan anggaran bantuan iuran kesehatan melalui APBD. Baginya, sinergi antara BPJS Kesehatan dan Pemda menjadi kunci utama menggerakkan roda perlindungan kesehatan bagi masyarakat kecil.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Daerah dan BPJS Kesehatan. Karena dengan adanya PBI ini, masyarakat seperti saya benar-benar merasa terbantu. Harapan saya, semoga Pemerintah dan BPJS Kesehatan semakin memperkuat kerja sama dalam melayani peserta. Kami butuh sekali program seperti ini,” tuturnya.




